Kita menyayangkan kalau pemerintah atau pejabat terkait sampai lalai melindungi bekantan (nasalis larvatus)
Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan Asbullah meminta pemerintah lebih serius melindungi bekantan yang merupakan satwa langka dan maskot fauna provinsi ini.


"Kita menyayangkan kalau pemerintah atau pejabat terkait sampai lalai melindungi bekantan (nasalis larvatus)," ujarnya menjawab anggota Press Room DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Rabu.

Begitu pula politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bergelar sarjana hukum itu menyayang atas pembantaian beberapa ekor bekantan atau kera hidungan panjang di Kabupaten Balangan, Kalsel.

Mengenai pembantaian primata yang merupakan satwa langka tersebut, wakil rakayat asal daerah pemilihan Kalsel II/Kabupaten Banjar itu meminta aparat berwenang agar menangani atau menindaklanjuti.

"Kalau perlu pelaku pembantaian bekantan - satwa yang juga mendapat perlindungan dari perundang-undangan itu harus mendapat tindakan tegas, apapun alasannya," tutur Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Kalsel itu.

Guna melindungi bekantan agar tidak punah, dia sependapat dan mendukung perlunya kawasan konservasi sehingga memudakan pengawasan atau larangan bagi mereka yang mau melakukan perburuan.

"Apalagi satwa langka bekantan terus berkurang belakangan ini seiring makin menyusut kawasan hutan tempat kehidupan primata tersebut, dan adanya perburunan jenis primata itu," demikian Asbullah.

Dalam beberapa hari belakangan, aparat kepolisian setempat mengamankan warga dari provinsi tetangga Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diduga melakukan pembantaian bekantang di wilayah Kabupaten Balangan, Kalsel.

Pembantaian beberapa ekor bekantan di wilayah "Bumi Sanggam" Balangan itu dengan alasan untuk keperluan konsumsi, hal itu berlangsung sejak lama namun lepas dari tindakan hukum.

Perkiraan penyusutan populasi bekantan di Pulau Kalimantan hingga kini hanya tinggal sekitar delapan ribu ekor.

Sementara data dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya dan Ekosistem (KSDE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dalam 30 tahun terakhir populasi bekantan menyusut hingga 50 persen.


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026