Secara produksi, manajemen dan pemasaran produk ternak sudah cukup bagus hanya saja perlu ditingkatkan segi bio security,"
Amuntai, (Kalsel.Antaranews) - Peternak Itik Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dinilai masih kurang menerapkan pengamanan kandang ternak atau bio security sehingga dikhawatirkan bisa menularkan virus penyakit.


Akademisi dari Institue Pertanian Bogor Prof. Sumiati di Amuntai, Rabu, mengatakan, kelompok tani ternak itik yang seperti di Desa Sungai Malang yang tahun ini menjadi nominasi lomba ditingkat nasional masih kurang menerapkan bio security.

"Secara produksi, manajemen dan pemasaran produk ternak sudah cukup bagus hanya saja perlu ditingkatkan segi bio security," ujar Sumiati.

Sumiati melihat, beberapa kandang ternak itik di Desa Sungai Malang belum menyediakan sarana air bersih didepan kandang, atau wadah air disinfektan untuk peternak atau pengunjung yang ingin memasuki kandang.

"Mungkin bio security ini terlihat sepele, namun dapat mencegah penularan penyakit atau virus ke kandang ternak," terangnya.

Sumiati yang menjadi tim penilai Lomba Kelompok tani ternak itik tingkat nasional yang berkunjung ke lokasi peternakan itik milik Kelompok Karunia 2 Desa Sungai Malang mengaku terkesan dengan kompleksitas usaha ternak itik yang dilakukan peternak.

"Mulai dari pembibitan, pembesaran, produk daging siap dipasarkan atau karkas hingga pemasaran bisa dilakukan langsung oleh kelompok ternak itik Karunia 2," katanya.

Tim penilai lain dari pengawas mutu pakan dirjen peternakan dan kesehatan hewan Kementerian Pertanian, Asmardinata Apri juga berharap bio security dikalangan peternak itik Alabio perlu ditingkatkan mengingat penyebaran berbagai penyakit ternak unggas sering mewabah.

"Memang peternak sudah menerapkan sebagian upaya bio security namun belum lengkap, kalau bisa ditingkatkan mengingat penyebaran virus bisa terjadi kapan pun," katanya.

Kelompok tani ternak itik Karunia 2 Desa Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah terpilih sebagai nominasi kelompok ternak yang mewakili Kalsel pada Lomba kelompok tani ternak itik tingkat nasional dengan produksi ternak itik pada 2015 mencapai 2,7 juta ekor.

Produksinya berupa ternak itik, anak itik, telor hingga daging itik (karkas) yang pemasarannya menjangkau beberapa kota di Kalsel, Kalteng dan Kaltim bahkan beberapa kota di Pulau Jawa.



Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2026