Selama 2011 pertumbuhan kendaraan roda empat di Kalimantan Selatan melonjak tajam seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah kaya sumber daya alam ini.
Hal tersebut disampaikan Pemimpin Bank Indonesia Banjarmasin Khairil Anwar di Banjarmasin, Jumat pada pertemuan pembahasan tentang menata langkah membangun ekonomi Kalsel.
Berdasarkan data Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kata Khairil, pada Januari - Juni 2010 penambahan kendaraan roda empat baru sebanyak 4538 unit, sedangkan pada 2011 periode sama mencapai 6802 unit.
"Jumlah tersebut merupakan pertumbuhan roda empat dengan level yang paling tinggi," katanya.
Hingga akhir semester I-2011, pertumbuhan kendaraan roda empat mencapai 49,90 persen atau jauh lebih tinggi dibanding kendaraan roda dua.
Menurut Khairil, kredit otomotif di Kalsel memiliki pangsa pasar 17 persen dari total kredit konsumsi yakni Rp1,5 triliun dengan pangsa pasar kredit otomotif terbesar adalah kredit mobil sebesar 58,62 persen.
Pada triwulan II-2011, tambah Kharil, kredit otomotif tumbuh sangat tinggi yakni pada level 39,12 persen walaupun sedikit mengalami perlambatan dibanding pertumbuhan akhir 2010 sebesar 40,03 persen.
Sedangkan untuk rata-rata bunga kredit otomotif di Kalsel pada akhir triwulan II-2011 mencaai 11,18 persen lebih rendah dari nasional sebesar 12,45 persen.
Melonjaknya pertumbuhan kendaraan roda empat tersebut, kata dia, antara lain merupakan implikasi dari tumbuhnya sektor perkebunan dan komoditas unggulan di beberapa daerah di Kalsel.
Indikasi tersebut, tambah dia, terlihat dari data bahwa pembelian mobil baru terutama dilakukan oleh warga dari kabupaten-kabupaten yang memiliki komoditas unggulan seperti batu bara, sawit dan karet.
"Masyarakat yang membeli mobil baru tersebut antara lain berasal dari Tapin, Balangan, Tabalong, Tanah Bumbu maupun Kotabaru yang merupakan sentra komoditas unggulan daerah ini," katanya.
Sementara itu, untuk pembelian sepeda motor pada Januari hingga Juni 2010 sebanyak 70 ribu unit dan pada 2011 periode sama meningkat menjadi 80 ribu unit.
Selain karena membaiknya pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pembelian produk-produk otomotif tersebut juga didukung oleh mudahnya mendapatkan fasilitas kredit yang ditawarkan bank maupun lembaga pembiayaan.
"Saat ini tidak punya uang mukapun bisa membawa pulang sepeda motor, begitu juga untuk kredit mobil bisa dilakukan dengan uang muka yang cukup murah," katanya./B*c
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.