Banjar Kalsel (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin mengimbau pemudik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini mengatur waktu guna mengurangi kepadatan lalu lintas dan menghindari kemacetan. 

Imbauan orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel itu, usai buka puasa bersama di kediaman pribadi Ketua DPRD provinsi setempat, H Supian HK di Pematang/Pemajatan (sekitar 20 km dari Banjarmasin), Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar  Kamis malam. 

Ia berharap, kegiatan mudik dan angkutan lebaran tahun ini berjalan lancar serta tak kecelakaan lalu-lintas (laka lantas). "Apalagi laka lantas besar seperti sampai merenggut nyawa. Semoga tidak terjadi," kata Muhidin. 

"Untuk keselamatan di perjalanan, agar para pemudik lebih berhati-hati, begitu pula para pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat atau mobil," pungkas Muhidin. 

Imbauan atau harapan yang sama dari Ketua DPRD Kalsel serta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawan,  dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) provinsi setempat. 

Jenderal bintang dua polisi itu menyatakan, pihaknya atau jajaran Polda Kalsel melakukan patroli rutin guna kenyamanan suasana puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 1447 H. 

 

Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawan beri keterangan pers, usai berbuka puasa bersama di kediaman pribadi Ketua DPRD Provinsi setempat, H Supian HK di Pemajatan/Pematang Gambut, Kabupaten Banjar, Kamis (12/3/2026) malam. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)


Mengenai Operasi Ketupat Intan 2026 guna pengamanan suasana Idul Fitri 1447 H,. dia mengatakan, operasi berlangsung dari H-10 hingga H+5 atau mulai 13 Maret 2026 sampai 25 Maret mendatang. 

"Pokoknya kita ingin Kalsel tetap aman dan kondusif hingga akhir Ramadhan 1447 H dan suasana lebaran Idul Fitri 1447 H," pungkas Irjen. Pol. Rosyanto. 

Tausyiah pada sebelum buka puasa bersama di kediaman pribadi Ketua DPRD Kalsel itu disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) provinsi setempat, H Muhammad Tambrin yang menekankan pentingnya puasa Ramadhan. 

Selain itu, bershalawat kepada Rasulullah Muhammad saw, serta berbakti kepada kedua orang tua. "Karena tidak berpuasa Ramadhan, tidak bersalawat dan durhaka kepada kedua orang tua menjadi pengantar yang bersangkutan masuk neraka," demikian M Tambrin. 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026