Seluruh kelurahan sudah kita beri surat edaran untuk dilanjutkan kemasing-masing lingkungannya agar rajin bergotong royong membersihkan lingkungan untuk mewaspadai DBD di musim hujan ini,
Banjaramsin (Antaranews Kalsel ) - Camat Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, Hj Siti Hapsyah mengaku menyiagakan warganya dari serangan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menyebarkan surat edaran untuk gotong royong membersihkan lingkungan secara intensif.


"Seluruh kelurahan sudah kita beri surat edaran untuk dilanjutkan kemasing-masing lingkungannya agar rajin bergotong royong membersihkan lingkungan untuk mewaspadai DBD di musim hujan ini," ujarnya di Balaikota, Rabu.

Menurut dia, langkah ini dilakukannya untuk mengingatkan kewaspadaan kepada masyarakatnya akan bahanya nyamuk DBD ini, supaya tidak ada kelengahan yang bisa menyebabkan ada warganya yang menjadi korban jiwa.

"Saya sendiri turun mengikuti kegiatan gotong royong di kelurahan atau RT yang ada melakukan giat minggu bersih, ini sebagai motivasi dari kita buat warga," ucapnya.

Diakui Hapsyah, daerahnya cukup rentan mendapatkan serangan DBD bahkan menimbulkan korban jiwa, karena banyak daerah pemukiman penduduk yang sangat padat, dan berdaerah rawa.

"Sebagaimana di daerah Kelurahan Sungai Andai, banyak juga biasanya yang menjadi korban DBD, karena daerah perumahan di sana tanah rawa, hingga kita minta warganya sangat waspada," ujarnya.

Dia menuturkan, telah meminta bantuan Dinas Kesehatan setempat untuk mengawasi dan memberikan sosialisasi akan pentingnya menjadi kewaspadaan di musim hujan saat ini dari ancaman DBD, hingga tidak ada lagi korban.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Banjarmasin Diah R Praswati ditempat terpisah menyatakan pujiannya terhadap langkah Kecamatan Banjarmasin Utara.

Diutarakan dia, langkah ini merupakan hal yang baik untuk membantu menurunkan terjadinya kasus DBD di daerah ini, apalagi Januari hingga Maret bahkan bisa sampai Juni tren terjadinya kasus ini biasanya meningkat.

"Makanya semua masyarakat harus waspada saat ini hingga Maret nanti, nyamuk DBD pada musim hujan diselingi panas ini besar berkembang biak," ucapnya.

Saat ini, beber dia, potensi berkembang nyamuk aedes aegypti saat ini sangat besar terjadi yang artinya sangat mengancam jiwa masyarakat, utamanya para anak-anak yang sering menjadi korbannya.

Dia mengungkapkan, bahwa kasus DBD di ibu kota provinsi ini merupakan terendah diantara daerah lainnya, yakni, tidak sampai 50 kasus pada 2015 lalu, hingga harus ditingkatkan kewaspadaannya agar bisa terus menurun hingga nol persen kalau bisa.


Pewarta: Sukarli
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026