Apalagi pak Ibnu yang alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) itu magister yang berkaitan dengan lingkungan, dan wakilnya juga aku dengar seorang pecinta lingkungan/keindahan,Banjarbaru (Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, H Hamdi menyatakan gembira atas terpilihnya Ibnu Sina menjadi Wali Kota setempat.
Pernyataan itu di sela-sela acara penerimaan hadiah Adipura, Adiwiyata, penilaian kantor jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarbaru (sekitar 35 kilometer utara Banjarmasin), Rabu.
Dengan Wali Kota Ibnu Sina dan Wakilnya Hermansyah, dia berharap, pengelolaan lingkungan hidup di Banjarmasin yang berjuluk kota seribu sungai akan lebih baik lagi.
"Apalagi pak Ibnu yang alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) itu magister yang berkaitan dengan lingkungan, dan wakilnya juga aku dengar seorang pecinta lingkungan/keindahan," ujarnya dalam percakapan dengan Antara Kalsel.
Pasalnya ke depan, lanjut dia, dalam upaya mendapatkan anugrah Adipura Nasional yang merupakan lambang supremasi kebersihan kota semakin berat.
"Tapi dengan duet kepemimpinan daerah pak Ibnu dan pak Herman, pengelolaan lingkungan Kota Banjarmasin yang bersih, sehat, dan indah tidak akan menjadi permasalahan yang berat, dan pada gilirannya bisa meraih anugrah Adipura Nasional," lanjutnya.
Ia mengaku sedih, kalau seandainya orang nomor satu di jajaran pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin bukan pecinta lingkungan atau kurang memahami seluk-beluk pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar.
"Karena ada seseorang yang berkata, kalau yang bersangkutan menjadi Wali Kota Banjarmasin akan membabat pepohonan dengan tidak benar kota seperti hutan," demikian Hamdi.
Kota Banjarmasin sejak lama menanti anugrah Adipura Nasional, namun berkat peningkatan kebersamaan atau partisipasi semua pihak hasil pemantauan 2014/2015 mendapat nilai 76,00 atau naik dibandingkan 2013/2014 yang hanya 69,02.
Pewarta: SukarliEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.