"Karena muhasabah salah satu tanda orang yang bertaqwa kepada Allah SWT," ujarnya dalam khutbah di masjid Komplek Bank Mandiri Banjarmasi, sebelum shalat Jumat (32/12).
Mengenai kesempurnaan taqwa dengan muhasabah tersebut khatib mengutip beberapa hadits Rasulullah Muhammad Saw.
Selain itu, arti penting taqwa di sisi Allah SWT, khatib juga mengutip ayat suci Al Qur'an.
Sembari mengutip dari empat Khalifah Rasulullah Saw tersebut, khatib menegaskan, bahwa di antara muhasabah itu menghitung-hitung atau menimbang-nimbang perbuatan selama hidup.
"Sebagai contoh mengenai umur, ilmu yang didapat, harta yang didapat dari mana dan untuk apa. Kesemua itu akan Allah SWT pertanyakan pada hari akhir/pembalasan," ujarnya.
"Bahkan semua anggota badan akan ditanya, sehingga tidak satupun yang tersembunyi," lanjutnya.
Oleh sebab itu, selagi ada kesempatan lakukan muhasabah dan yang terbaik untuk bekal di alam akhirat kelak, demikian khatib.
Bank Mandiri Cabang Banjarmasin yang berada di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin itu sebelumnya Kampus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam, kini ULM) dan terdapat mushalla Hasanuddin HM juga tempat kaum Muslim Jumatan.
Mushalla Hasanuddin bin Haji Madjedi di Kampus Unlam tempo dulu, kini menjadi nama masjid di perempatan Jalan Brigjen TNI H Hasan Basri/Jalan Adhiyaksa/Jalan Perdagangan - Kayu Tangi Banjarmasin.
Hasanuddin HM, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unlam yang mendapat gelar Pahlawan Ampera - gugur 10 Februari 1965 sepulang demonstrasi di Konsolad Republik Rakyat Tjina (RRT).
Oleh sebab itu, setiap peringatan Gugurnya Pahlawan Ampera Hasanuddin HM sebelum ziarah ke makam almarhum di Jalan Masjid Jami' Banjarmasin, terlebih dahulu apel di halaman Bank Mandiri Cabang Banjarmasin.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026