Denpasar Bali (ANTARA) - Pertemuan rombongan Sekretariat DPRD atau Sekwan Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Bali selain bicarakan kehumasan serta kerja sama dengan wartawan, juga permasalahan sampah.
"Saya kira mengenai sampah bukan masalah kami saja, tapi juga di provinsi lain di Indonesia," ujar Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokol Setdaprov Bali Kadek saat pertemuan dengan rombongan Setwan Kalsel di Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Kamis sore.
Ia mengatakan, selain mendapat perhatian Presiden Prabowo sehingga Bali mendapatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) penanganan sampah, juga pemerintah provinsi (Pemprov) setempat mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait masalah persampahan.
"Sebagaimana Pergub tersebut semua masyarakat di Bali atau hingga pedesaan dimintakan perhatian dalam hal penanganan sampah," ujarnya didampingi Kepala Bagian Umum dan Keuangan Setwan Kalsel Riduansyah yang mewakili Pelaksana Hari (Plh) Sekretaris DPRD provinsinya.
Ia berharap, dengan adanya PSN serta Pergub tersebut dapat mengatasi masalah persampahan atau paling tidak meminimalkan masalah sehingga lingkungan dan kebersihan Bali yang menjadi tujuan wisata dunia tetap terjaga.
"Memang produksi sampaah di Bali cukup tinggi seperti di Kota Denpasar saja tiap mencapai 30 ton, belum sampah dari negara lain yang ikut mampir seperti di Pantai Kuta yang cukup mengganggu kenyamanan wisatawan," pungkas Kadek.
Sementara dengan didampingi kasub Bagian Humas dan Protokol Setwan Kalsel Adi Prasetia Radam itu, Riduan cukup tertarik cara-cara penanganan sampah di Bali seperti adanya Pergub setempat.
Duan juga berharap masalah persampahan di Kalsel mendapatkan perhatian pemerintah pusat/Presiden seperti halnya Kota Banjarmasin yang berstatus darurat sampah, dan kini penduduk setempat aktif melakukan penanganan sampah rumah tangga.
"Mungkin tanpa turun tangan atau perhatian/bantuan pemerintah pusat penanganan masalah persampahan kurang maksimal, walaupun pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi dan peran serta aktif warga masyarakat," demikian Riduansyah.
Kunjungan/studi komparasi ke "Pulau Dewata" Bali, 21-23 Mei 2026 itu, Setwan Kalsel mengikutsertakan wartawan/anggota press room setempat sebagai mitra guna sama-sama menambah wawasan dan pengalaman.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026