Target produksi kayu perusahaan PT Kodeco Timber di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, terancam tidak tercapai karena berbagai faktor.

Kepala Bidang Tataguna dan Bina Produksi Hutan Dinas Kehutanan Kotabaru H Sukrowardi, di Kotabaru, Jumat (8/7), mengatakan, target produksi kayu dari hutan alam PT Kodeco Timber pada 2011 sekitar 4.771 m3.

"Namun hingga Juni lalu produksi kayu kurang dari 50 persen yakni, baru mencapai kisaran 606 m3," katanya menjelaskan.


Salah satu yang menjadi kendala tidak tercapainya target tersebut, menurut Sukrowardi, karena peralatan untuk memobilisasi produksi sudah cukup tua.


Selain itu, fokus dari PT Kodeco bukanlah untuk menebang, tetapi untuk menanam kembali pohon kayu alam, seperti meranti dan pohon cepat tumbuh.


"Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, jika sebelumnya fokus pada penebangan, tetapi kini telah berubah dan lebih fakus untuk penanaman," tegas Sukrowardi.


Sedangkan untuk target tanam PT Kodeco Timber selama 2011 seluas 774,25 hektare di kawasan hutan alam di daerah Hampang.


Tetapi hingga saat ini, lanjut Sukrowardi, pihaknya belum menerima laporan realisasi tanam yang dilakukan PT Kodeco Tember.


Dia menegaskan, perusahaan PT Kodeco Timber  tidak melakukan penebangan kayu hutan alam secara 'membabi buta', namun melakukan penebangan dengan tebang pilih.


Pohon dan kayu yang ditebang juga harus memiliki standar tertentu, dan kayu-kayu yang ditebang berada pada jalur yang akan ditanami kembali, bukan menyebar dan tidak teratur.


PT Kodeco mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHK) hutan alam (HPH) di wilayah Hampang berdasarkan surat no.843/KPTS-IV/1999 pada 11 Oktober  seluas 99.570 ha.*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026