...akan ada pengurangan kuota minyak tanah bersubsidi 40 persen secara berahap, menyusul akan diberlakukan konversi,"
Kotabaru,(AntaranewsKalsel) - DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, segera mengundang PT Pertamina dan Himpunan Swasta Minyak Tanah dan Gas Bumi (Hiswanamigas) guna membahas persiapan pemberlakuan konversi minyak tanah ke gas elpiji atau "liquified petroleum gas".

Wakil Ketua DPRD Kotabaru Mukhni AF di Kotabaru, Minggu mengatakan, sehubungan dengan akan diberlakukan konversi di dua Kabupaten (Kotabaru dan Tanah Bumbu), akan ada pengurangan kuota distribusi minyak tanah bersubsidi.

"Informasi yang saya terima, akan ada pengurangan kuota minyak tanah bersubsidi 40 persen secara berahap, menyusul akan diberlakukan konversi," kata Mukhni.

Sehubungan dengan kebijakan tersebut, dari informasi yang dia terima, Pertamina Kotabaru juga sudah memanggil sejumlah agen untuk menyampaikan sosialisasi.

Guna mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut, politisi Partai Golkar ini mengaku segera menggelar rapat dengar pendapat dengan mengundang sejumlah pihak terkait diantaranya Pertamina dan Hiswanamigas.

Menurut dia, jika memang pengurangan kuota itu benar, hendaknya dilakukan secara bertahap dan tempat (kecamatan) tertentu sehingga tidak diberlakukan secara serempak di daerah-daerah yang masih terpencil.

"Harapan saya, pengurangan kuota distribusi minyak tanah bersubsidi terlebih dulu diberlakukan di Kecamatan Pulau Laut Utara, daerah ini dianggap lebih siap karena koneksi dengan daerah luar (Batulicin dan sekitarnya) lebih mudah," katanya.

Alasan lain bisa diberlakukan pengurangan kuota di kecamatan ini karena lancarnya koneksi dan transportasi dengan Banjarmasin dan sekitarnya sehingga banyak alternatif lain seperti gas elpiji bisa dibeli oleh masyarakat.

Berbeda dengan daerah-daerah pedalaman, seperti Pulau Sembilan, Pulau Sebuku, Pulau Laut Barat dan sekitarnya, begitu sulit mendapatkan BBM alternatif karena masih terbatasnya transportasi yang bisa menjangkaunya.

Karena itu, sebagai langkah antisipasi jika program pemerintah terkait konversi minyak tanah ke gas, sebagaimana yang sudah berjalan di kabupaten lain di Kalsel itu juga diberlakukan di Kotabaru, maka perlu dibicarakan strategis daerah termasuk tentang hal-hal teknis.

"Insya Allah pekan depan hearing dengan mengundang Pertamina, Hiswanamigas dan pihak-pihak terkait lainnya sudah bisa dilaksakakan," kata Mukhni. 

Pewarta: Shohib
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026