Amuntai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menggelar Forum Diskusi Terarah penyusunan master plan Integrated Area Development di Mess Negara Dipa, Kota Amuntai, pada Kamis.
Penyusunan rencana aksi pengembangan wilayah terpadu ini dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) HSU bersama Kementerian Kehutanan dan Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia.
FGD strategis tersebut dibuka oleh Bupati HSU Sahrujani serta dihadiri Sekda HSU Adi Lesmana dan unsur instansi provinsi.
Pertemuan ini membahas optimalisasi potensi kawasan rawa, perhutanan sosial, pertanian, serta kerajinan lokal agar berdaya saing tinggi.
Bupati HSU Sahrujani menekankan perlunya transformasi potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi riil bagi kesejahteraan masyarakat.
“Potensi yang ada tidak boleh berhenti sekadar sebagai potensi, harus bangkit menjadi kekuatan pendapatan,” kata Sahrujani.
Dokumen perencanaan IAD harus diintegrasikan langsung ke dalam program kerja perangkat daerah guna memastikan keberlanjutan investasi dan lingkungan.
Sahrujani menegaskan pentingnya implementasi nyata dokumen perencanaan di lapangan demi kemajuan wilayah.
“Draf IAD ini selain bagus di atas kertas, harus hidup di lapangan dan dirasakan manfaatnya,” ujar Sahrujani.
Pewarta: Alya Salwa Ramadhina L PEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.