Pelaihari, (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Ahmad Hairin mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan saat ini sudah ditemukan delapan titik api di wilayah kabupaten tersebut.


"Delapan titik api itu sudah kita lakukan pemadaman, dan kita terus melakukan pemantauan di lapangan maupun melalui satelit NOA agar dapat sedini mungkin mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan maupun hutan," ujar Ahmad Hairin, di Pelaihari, Selasa.

Menurut dia, titik api di Tanah Laut saat ini tidak separah tahun 2014 lalu, namun demikian pihak tetap waspada untuk terus mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan.

Dijelaskannya, pada tahun 2014, ditemukan 69 titik api di kawasan hutan produksi, hutan lindung dan hutan produksi kemasyarakatan.

sedangkan titik api ditemukan diluar kawasan hutan pada tahun 2014 lalu, sebut dia, berjumlah 204 titik api tersebar di 11 kecamatan di Tanah Laut.

Diutarakannya, berkaitan dengan penanganan api di Tanah Laut, Dinas Kehutanan Tanah Laut telah membentuk 11 Kelompok Masyarakat Peduli Api di tujuh kecamatan.

Tujuh kecamatan yang memiliki Kelompok Masyarakat Peduli Api itu, jelas dia, adalah, Kecamatan Pelaihari, Kecamatan Panyipatan, Kecamatan Jorong, Kecamatan Tambang Ulang, Kecamatan Bajuin, Kecamatan Takisung, dan Kecamatan Kintap.

Ditambahkan Kabid Pemuliaan Penatagunaan dan Gangguan Hutan Dishut Tanah Laut Siti Erdiana, dengan dibentuknya Kelompok Masyarakat Peduli Api di Tanah Laut dapat membantu pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan di daerah tersebut.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanah Laut Muhammad Noor menegaskan, antisipasi kebakaran lahan dan hutan di Tanah Laut terus pihaknya lakukan bersama aparat kepolisan, TNI dan pemadam kebakaran swasta.

Dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik dalam mengantisipasi bahaya kebakaran di Tanah Laut, terang dia, maka dengan mudah melakukan pemadaman api sedini mungkin.

Pewarta: Arianto
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026