Ada empat kecamatan yang dominan tempat budi daya sapi potong di daerah ini. Keempat kecamatan itu adalah, Takisung, Batakan, Panyipatan dan Pelaihari
Pelaihari,  (Antaranews Kalsel) - Kepala Bidang Usaha dan Sarana Dinas Peternakan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan M Raziq mengatakan, populasi sapi potong di daerahnya hingga tahun 2015 terdata sekitar 56.000 ekor.

"Ada empat kecamatan yang dominan tempat budi daya sapi potong di daerah ini. Keempat kecamatan itu adalah, Takisung, Batakan, Panyipatan dan Pelaihari," ujar Kabid Usaha dan Sarana Dinas Peternakan Tanah Laut M Raziq, di Pelaihari, Kamis.

Menurut dia, pola budi daya ternak sapi potong di Tanah Laut lebih banyak melalui kelompok usaha peternak sapi potong dari pada usaha perorangan.

Dari data yang ada jumlah kelompok usaha peternak sapi di Kabupaten Tanah laut, sebut dia, berjumlah 1.450 kelompok tersebar di 11 kecamatan.

Diutarakannya, untuk peternak yang masuk dalam kelompok usaha peternakan sapi potong mendapatkan bantuan bibit dari pemerintah daerah dalam bentuk hibah.

Bantuan hibah bibit sapi yang diberlakukan sejak 2011 itu, jelas dia, sangat membantu para peternak di daerah tersebut dalam pengembangan usaha ternak mereka.

Sebelum diberlakukannya bantuan hibah bibit sapi, ucap dia, pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk bibit bergulir di kelompok usaha peternakan sapi potong.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dengan bantuan dan dukungan pemerintah daerah, produksi sapi potong di Tanah Laut dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Dia menyayangkan dengan meningkatnya produksi sapi potong di daerah tersebut, tidak didukung dengan tempat pembibitan sapi, sebab selama ini untuk ketersediaan bibit sapi potong harus mengambil ke Nusa Tenggara Barat (NTB), berupa bibit sapi Bali.

"Satu-satunya kabupaten di Kalimantan Selatan yang memiliki tempat pembibitan atau pemuliaan sapi adalah Kabupaten Barito Kuala. Padahal, sebelumnya Dirjen Pembibitan Kementan RI menghendaki tempat pembibitan sapi potong juga ada di Tanah Laut, sehingga dapat mengembangkan kawin silang," demikian tegasnya.


Pewarta: Arianto
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026