Warga bersama Aparat desa dan kecamatan sudah berkomitmen agar tidak ada lagi jamban yang dibangun disepanjang bantaran sungai,"Amuntai, (Antaranews.Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan kembali melaksanakan aksi penghapusan jamban atau lokasi mandi cuci kakus (MCK) di sungai.
Camat Sungai Tabukan Harun Arrasyid di Amuntai Jum'at mengatakan sebanyak 23 Jamban di Desa Gelagah dihapuskan dengan persetujuan warga.
"Warga bersama Aparat desa dan kecamatan sudah berkomitmen agar tidak ada lagi jamban yang dibangun disepanjang bantaran sungai," Ujar Harun.
Harun mengatakan sosialisasi sudah cukup gencar dilakukan kepada warga agar menyadari pentingnya penerapan hidup bersih dan sehat, sehingga upaya penghapusan jamban disungai mendapat dukungan warga.
Harun menuturkan sebagai ganti penghapusan jamban dibangunkan sebanyak 71 WC ditiap rumah warga desa.
Bantuan WC, kata Harun berasal dari program Dinas Pekerjaan Umum HSU, untuk mewujudkan sanitasi lingkungan masyarakat.
Selain penghapusan jamban, juga dicanangkan gerakan wilayah bebas sampah di Desa Gelagah dengan memberikan bantuan tong sampah plastik bagi 151 kepala keluarga.
"Dana pengadaan tong sampah diambil dari dana alokasi desa" terang Harun.
Dikatakan, Desa Gelagah belum memiliki Tempat Pembungan Sampah (TPS) hanya ada satu kontainer sampah sehingga perlu diberikan bantuan tong sampah kepada warga.
Harun mengatakan upaya penghapusan jamban dan pencangan wilayah bebas sampah ini akan dilakukan bertahap diawali di Desa Gelagah yang kebetulan tahun ini mewakili kabupaten Hulu Sungai Utara pada lomba desa percontohan tingkat provinsi Kalimantan Selatan.
Pewarta: Eddy AbdillahEditor : Eddy Abdillah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.