Namun dinamika politik di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini pada Pilkada yang dijadwalkan 9 Desember 2015, sulit diterka atau mau dibawa ke mana,"
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Kalsel) H Nasrullah AR mengatakan sulit menerka perpolitikan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di provinsi tersebut.

 Mantan anggota DPRD Kalsel tersebut mengemukakan hal itu usai buka puasa bersama keluarga Nahdliyin (Nahdlatul Ulama) dengan wartawan di Resto Lima Rasa Banjarmasin, Selasa sore. 

 Menurut politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, politik memang bersifat dinamis, seiring perkembangan dan kemajuan zaman.

 "Namun dinamika politik di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini pada Pilkada yang dijadwalkan 9 Desember 2015, sulit diterka atau mau dibawa ke mana," katanya menjawab Antara Kalsel.

 Ia mencontohkan, koalisi partai politik (parpol) dalam mengusung/mendukung calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) provinsi setempat untuk periode 2016-2021.

 "Dalam pemunculan cagub/cawagub Kalsel sistem koalisi parpol masih teka-teki, dan tampaknya belum ada kepastian, kendati sudah dikatakan pasti," tuturnya.

  Menurut dia, konstelasi politik semakin dinamis mendekati pendaftaran calon peserta pilkada ke KPU. 

Untuk itu kepastian, menurut dia, baru bisa diperoleh saat calon kepala daerah didaftarkan ke KPU nanti.

 "Kita lihat nanti bagaimana perpolitikan di provinsi ini, dan saya akan banyak bicara sesudah lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah tetang Pilkada di Kalsel," demikian Nasrullah AR.

 Pada acara buka puasa bersama tersebut juga hadir Ketua Pengurus Wilayah NU Kalsel H Sarbaini Haira, serta Guru Besar bidang ilmu hukum di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin Prof Dr H Hadin Muhjad SH MH.    

Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026