Perusahaan Listrik Negara Cabang Kotabaru, Kalimantan Selatan, membuka program "Go Grasss" atau program sehari sejuta sambungan yang sukses diluncurkan dalam memeriahkan hari listrik nasional ke-65, 27 Oktober 2010 dengan menuntaskan daftar tunggu sambungan listrik.

General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kotabaru Ir H Burhan Jumat, mengatakan, program Grasss 2 yang dilaksanakan secara serentak 17 Juni 2011 merupakan kelanjutan program sebelumnya.

Saat ini jumlah calon pelanggan baru yang telah melunasi biaya penyambungan (BP) sesuai ketentuan TDL 1-16 Juni 2011 sebanyak 1.043 pelanggan.

Jumlah tersebut terdiri dari Kotabaru 193 pelanggan, Ranting Batulicin 773 pelanggan dan Ranting Satui 77 pelanggan.

"Calon pelanggan tersebut menjadi target utama yang akan mendapatkan sambungan baru pada program Grass 2 kali ini," katanya.

Dijelaskan, penambahan pelanggan dari 1 Januari-17 Juni 2011 tercatat, Banjarmasin 12.851 pelanggan, Barabai 9.799 pelanggan, Kotabaru 5.379 pelanggan, Palangkaraya 12.152 dan Kuala Kapuas 5.913 pelanggan.

Untuk Cabang Kotabaru (system isolated) daya mampu pembangkit 11,5 MW dengan beban puncak 8,1 MW, jumlah pelanggan sampai dengan 31 Mei 2011 sebanyak 92.281 pelanggan dengan daya sambung sebesar 94.967 MVA.

Dijelaskan, PLN Cabang Kotabaru hingga saat ini telah merealisasikan pelanggan baru sebanyak 92.281 pelanggan, dan realisasi daya tersambung (MVA) dari 1 Januari-31 Mei 2011 sebesar 94.967.

Jumlah tersebut terdiri dari Kotabaru 29.307 pelanggan dan realisasi tersambung sebesar 29.456, Batulicin 39.603 pelanggan tersambung 39.273 dan Satui 23.371 pelanggan dan tersambung 26.238.

Masih ada yang tercecer.

Sementara itu, program grasss pertama 2010 lalu, PLN berhasil menyambung 1,1 juta daftar tunggu di seluruh Indonesia yang terjangkau jaringan PLN.

Namun demikian, masih tersisa daftar tunggu yang belum dilayani, karena terkendala dari sisi PLN, baik karena keterbatasan daya mampu pembangkit, trafo overhould, perlu perluasan JTR, perlu tarikan SUTM atau material tidak tersedia.
Karenanya perlu grasss tahap 2, dan program tersebut  ditargetkan untuk menuntaskan pembangunan daftar tunggu rumah tangga, utamanya calon pelanggan yang belum bisa terlayani saat grasss pertama.

Secara nasional, total daftar tunggu calon pelanggan PLN adalah, 1,2 juta pelanggan terdiri dari wilayah Indonesia barat sekitar 389.000 calon pelanggan, wilayah Indonesia Timur sekitar 470.000 calon pelanggan dan wilayah Jawa-Bali sekitar 358.000 calon pelanggan.

PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ditarget mampu merealisasikan 20.000 sambungan baru untuk program grasss tahap 2, tercatat, hingga tanggal 17 Juni 2011, total pelanggan yang sudah tersambung mencapai 46.094 pelanggan.

Grasss tahap 2 pada 2011 menjadi langkah strategis PLN untuk meningkatkan kualitas layanan penyambungan baru, terutama dalam mengatasi daftar tunggu permintaan sambungan listrik yang hingga kini masih belum terlayani.

Dengan begitu, diharapkan keluhan pelanggan terkait sulitnya permintaan sambungan listrik atau keluhan tingginya biaya penyambungan dapat diminimalisir bahkan dihilangkan sehingga pelanggan akan memiliki kepastian tentang sambungan listrik rumahnya.

Tak hanya itu, program ini juga ditujukan untuk melindungi masyarakat (calon pelanggan) dari praktek-praktek kecurangan dan tiudak terpuji yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan mencoreng citra positif perusahaan serta mengikis habis praktek percaloan dan pasar gelap dalm pentyambungan baru.

Dengan bersungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, prosedur yang sederhana, lebih pasti, lebih mudah dan transparan diharpkan pelanggan akan lebih puas terhadap PLN.

Untuk memperkuat pasokan listrik dalam mendukung program grasss tahap 2 ini, PLN Kalselteng telah melakukan beberapa upaya.

Diantaranya, dengan melakukan uprating dan optimalisasi pembangkit milik PLN, tambahan sewa pembangkit diesel beberapa lokasi seperti Rantau dan maburai, perluasan jaringan listrik.

Pada Juni 2011 daya mampu pembangkit listrik tercatat 324 MW dengan beban puncak mencapai 320 MW./C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026