Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, tahun 2010 menyiapkan lahan pertanian seluas 10.785 hektare untuk pengembangan padi varietas unggul jenis Ciherang.

Menurut Kepala Seksi Pembenihan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapin, Wagimin, di Rantau, ibu kota Tapin, Selasa, lahan-lahan itu terletak di empat kecamatan.

"Lahan-lahan persawahan yang akan dijadikan tempat pengembangan padi varietas unggul jenis ciherang terletak di Kecamatan candi Laras Selatan dan Utara, Tapin Tengah serta Lokpaikat," ujarnya.

Upaya pengembangan padi varietas unggul jenis Ciherang dilakukan untuk peningkatan produktivitas padi di kabupaten itu.

Sejak dua tahun yang lalu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapin telah memperkenalkan dua jenis varietas padi unggul, yaitu Ciherang dan Mekongga.

Ia mengatakan, padi hasil panen dari varietas unggul seperti ciherang diharapkan mampu bersaing dengan padi lokal kualitas bagus.

"Kita berharap ciherang dan varietas padi unggul lainnya akan menjadi primadona selain padi lokal jenis siam yang berkulitas bagus seperti unus dan mutiara," katanya.

Padi lokal jenis siam memiliki kualitas bagus sehingga dipasaran harganya lebih tinggi dibandingkan padi jenis lain.

Akan tetapi, padi jenis siam hanya dapat dilakukan penanaman satu kali dalam satu tahun yang menyebabkan tingkat produksinya lebih sedikit dibandingkan padi jenis lain.

Hal itu pula salah satunya yang menyebabkan padi jenis siam dijual dengan harga tinggi di pasaran.

Ia menambahkan, meski harga padi jenis varietas unggul tidak setinggi harga padi jenis siam tetapi dengan tingkat produksi yang lebih tinggi maka secara ekonomi juga sangat menguntungkan.

"Tingkat produktivitas padi varietas unggul seperti ciherang jauh lebih tinggi hingga dua sampai tiga kali lipat produksi padi jenis siam dan lokal lainnya," tambahnya.

Bila pada padi lokal tingkat produktivitas hanya 2 hingga  ton gabah kering per hektarnya, maka padi varietas unggul mampu menghasilkan hingga 12 ton gabah kering per hektar.

Selain itu, padi varietas unggul seperti ciherang juga memiliki masa tanam hingga panen yang lebih pendek dibandingkan jenis lokal.

Dengan masa tanam hingga panen yang hanya 120 hari, padi varietas unggul seperti ciherang dapat ditanam dua kali setahun.

Dengan kelebihan itu, secara otomatis akan semakin menambah tingginya tingkat produktivitas yang berimbas pada peningkatan ekonomi petani.

Melalui pengembangan varietas unggul jenis ciherang di 10.785 hektar lahan persawahan, diharapkan dapat meningkatkan animo petani untuk menanam padi jenis itu, demikian Wagimin


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026