Peraturan pelaksanaan UN 2015 dengan menggunakan sistem CBT, perbandingannya setiap tiga siswa tersedia satu unit komputer, sedang untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)..."
Amuntai, (Antaranews Kalsel) - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di semua Sekolah Menengah Atas dan Madrasyah Aliyah di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, tidak bisa memakai sistem "Computer Based Test" (CBT) karena ketiadaan fasilitas.

Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kasful Anwar di Amuntai, Jumat, mengatakan seluruh sekolah SMA di HSU tidak memiliki sarana komputer yang standar untuk bisa melaksanakan UN-CBT .

"Peraturan pelaksanaan UN 2015 dengan menggunakan sistem CBT, perbandingannya setiap tiga siswa tersedia satu unit komputer, sedang untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasyah Aliyah (MA) di HSU tidak memenuhi syarat ini," kata Kasful.

Kasful mencontohkan, untuk SMA 1 Amuntai yang memiliki sarana komputer paling banyak saja tidak memenuhi ketentuan ini.

SMA 1 hanya memiliki sebanyak 20 unit komputer sedangkan jumlah siswa peserta UN mencapai 183 siswa.

Berdasarkan laporan inventarisir pihak sekolah ke Dinas Pendidikan (Disdik) HSU, lembaga pendidikan SMA lainnya juga tidak memiliki jumlah unit komputer yang cukup untuk memenuhi ketentuan pelaksanan UN-CBT.

Namun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yakni yakni SMK Negeri 1, SMK Negeri 2 dan SMK 3 di HSU disebut Kasful telah memenuhi ketentuan pelaksanaan UN-CBT atau memiliki jumlah unit komputer yang cukup.

Maka bisa dipastikan sebanyak 628 siswa peserta UN di tiga SMK tersebut akan mengikuti pelaksanaan UN-CBT, sedangkan sebanyak 592 siswa SMA dan 1192 peserta dari Madrsyah Aliyah (MA) hanya melaksanakan UN dengan cara manual, yakni mengisi jawaban lembar soal menggunakan alat tulis.

Menurut Kasful, SMK memiliki sarana komputer lebih banyak karena berbagai studi mata pelajarannya hampir selalu berkaitan dengan penggunaan komputer, sehingga pihak sekolah selalu dituntut untuk memprioritaskan pengadaan sarana komputer dalam menunjang proses pembelajaran di SMK.

Penggunaan sistem CBT dalam pelaksanaan UN sendiri, terangnya masih dalam tahap perintisan, kedepan penggunaan CBT akan diterapkan secara penuh dalam pelaksanaan UN, sehingga Disdik akan berupaya secara bertahap membantu pengadaan sarana komputer disemua sekolah.

Dengan menggunakan sistem CBT, tutur Kasful hasil UN bisa langsung diketahui para siswa.

Selain itu bagi pemerintah juga lebih hemat anggaran karena tidak perlu lagi mencetak lembar soal dan jawaban.

"Dari hasil sosialisasi di sekolah pada umumnya siswa juga lebih memilih sistem CBT ini karena lebih hemat waktu dalam mengerjakan soal Ujian Nasional," katanya.

Kasful menyampaikan pelaksanaan UN untuk SMA/MA akan dilaksanakan 13-15 April sedangkan SMK dan program paket C pada 13-16 April 2015.



Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026