Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan, perempuan agar menjaga harga diri dan kesucian. 

"Menjaga harga diri dan kesucian itu penting bagi perempuan, terlebih seorang janda. Ujar urang Banjar jangan 'kijil' (genit/bertingkah mencari laki-laki)," pesan Tuan Guru Madyan dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, Rabu malam. 

Tuan Guru yang lama menimba ilmu agama di Mekkah dan Madinah,.Arab Saudi tersebut mengemukakan itu dalam "munakib" (sejarah) Rasulullah Muhammad SAW, namun juga Siti Chadidjah atau istri Beginda Rasul. 

Diceritakan, Chadidjatul Qubra kawin dengan Rasulullah SAW status janda. Namun oleh orang-orang Arab, terutama dari Suku Qurasy menyebut/memberi gelar Chadidjah dengan sebutan At-Thahirah  artinya wanita yang suci, bersih, mulia, serta terlindungi dari maksiat dan kehinaan.

Sementara Nabi Muhammad SAW, sebelum menjadi Nabi juga mendapat gelar Al Amin (orang yang dipercaya/jujur). Dari kejujuran Baginda Rasul itu, Chadidjah menyerahkan perniagaan dan ketika berniaga ke Negeri Syam (sekarang Syiria) mendapat keuntungan luar biasa. 

Atas penuturan Maisarah (pembantu Chadidjah) yang menyertai Rasulullah SAW berniaga ke Negeri Syam. Perempuan bangsawan dan hartawan yang berusia 40 tahun itu tertarik mau bersuamikan Muhammad SAW (25 thn). 

"Walaupun janda, bangsawan dan hartawan, Chadidjah tidak kijil. Jadi pas perkawinan seorang Al Amin dengan perempuan At-Thahirah," ujar Tuan Guru asal Amuntai  Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel itu. 

Tuan Guru H Madyan Noor Mar'ie saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin Rabu (30/9/2026) malam. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Keponakan almarhum KH Idham Chalid, mantan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II masa Presiden Soekarno itu, mengatakan, bahwa seorang perempuan melamar laki-laki dalam Islam bukan tabu (terlarang) asalkan sesuai syari'ah. 

Dalam kajian munakib Rasulullah SAW kali ini masih bab berniaga ketika masih berusia 25 tahun. "Jadi dapat kita petik hikmah, bahwa Rasulullah SAW pun berniaga  dengan modal kejujuran," demikian Tuan Guru H Madyan Noor Mar'ie. 


 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026