Supaya keilmuan di Tanah Laut lebih berwarna-warni,
Pelaihari (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Laut (Dispusip Tala), Kalimantan Selatan  menggelar diskusi bersama tentang Abu Hamid Muhammad (Al-Ghazali) dalam Perspektif Psikologi, di Literaria Humilis (Coffee) Dispusip Tala, Kamis (10/6).

Acara  terbuka untuk umum itu menghadirkan narasumber Muhammad Rahmat Hidayat, penulis tesis Intisari Ilmu Tasawuf Al Ghazali dalam Perspektif Psikologi Sufistik. 

Peserta  dibatasi hanya 15 orang karena pembatasan selama pandemi COVID-19 itu, terlihat aktif bertanya dan menanggapi paparan dari narasumber.

Hanil Sadikin selaku staf sekaligus pelaksana acara dari Dispusip Tala menjelaskan, pihaknya ingin memberikan dimensi baru di Tanah Laut untuk mendiskusikan hal-hal yang masih jarang diperbincangkan khususnya pada bidang filsafat. 

"Supaya keilmuan di Tanah Laut lebih berwarna-warni," ujar Hanil.

Setelah acara diskusi selesai, Rudi Imtihansyah, salah satu peserta yang tertarik dengan bidang keilmuan filsafat, turut kagum dengan forum diskusi tersebut. 

Diibaratkannya,  bangsa Indonesia merupakan hasil dari diskusi, begitu pula Tanah Laut, merupakan hasil diskusi para pemuda dan tokoh. 

Dia berharap,  kaum muda Tanah Laut bisa lebih sadar dan terbuka dengan forum diskusi untuk mengulas para pemikir besar dunia.

"Dari diskusi itu akan melahirkan pemikiran-pemikiran besar. Ini ada peserta datang jauh dari Takisung, tidak menutup kemungkinan, setelah diskusi ini, nanti mereka bisa membangun daerahnya, desanya, kecamatannya," ujar Rudi. 

 

Pewarta: Arianto
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026