Ia mengemukakan pendapat itu, saat pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) IV PDI-P Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Kamis.
Menurut dia, roh demokrasi Indonesia sebagaimana termuat dalam Pancasila yang menjadi dasar negara dan falsafah bangsa Indonesia, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
"Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan itu hilang, digantikan dengan sistem `voting` (pemungutan suara), sebuah bentuk demokrasi asing," katanya.
"PDI-P tetap konsen dengan demokrasi yang berdasarkan musyawarah mufakat. Karena itu, paradigma demokrasi PDI-P tak menggunakan sistem voting dalam pemilihan kepemimpinan partai," lanjutnya.
Karena, menurut laki-laki kelahiran Pulau Kei, Provinsi Maluku itu, demokrasi yang berdasarkan musyawarah mufakat merupakan warisan dari pendahulu bangsa Indonesia.
Pada kesempatan itu pula, dia mengingatkan, agar kader PDI-P selalu konsisten. "Jangan misalnya karena partainya tak memberi keuntungan, kemudian pindah ke partai politik (parpol) lain atau ganti-ganti parpol," pesannya.
"PDI-P tak menginginkan kadernya tidak konsisten. Kader PDI-P sejati akan selalu konsisten," demikian Komaruddin.
Memberikan sambutan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, antara lain mengharapkan, seluruh elemen masyarakat di provinsi yang terdiri dari 13 kabupaten/kota itu untuk bersama-sama menjaga daerah yang sudah kondusif.
Dalam menjaga agar daerah tetap kondusif, menurut Gubernur Kalsel dua periode yang berakhir 8 Agustus 2015 itu, tidak terlepas dari peran aktif elit politik atau pimpinan/anggota parpol, termasuk PDI-P.
"Apalagi Kalsel dalam waktu tak lama lagi melaksanakan pemilihan kepala daerah atau Pilkada, yaitu selain memilih calon gubernur, juga beberapa calon bupati/wali kota," demikian Rudy Ariffin.
Dari sejumlah kabupaten/kota di Kalsel, tujuh di antaranya juga melaksanakan Pilkada pada akhir 2015, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kabupaten Kotabaru.
Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Kalsel H Adrinsyah dalam sambutannya menghendaki regenerasi kepemimpinan parpol berlambang kepala banteng moncong putih pada tingkat provinsi tersebut.
"Melalui musyawarah mufakat, kita menginginkan regenerasi kepemimpinan PDI-P Kalsel," ujar mantan Bupati Tanah Laut (Tala), Kalsel dua periode itu yang kini anggota DPR-RI.
Konferda IV PDI-P Kalsel yang berlangsung sehari itu dengan tema "Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat".
Pewarta: Syamsuddin Hasan: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.