"Oleh sebab itu, kader Gerindra harus dekat dan jangan tinggalkan rakyat," kutip Sekjen DPP Parpol tersebut, H Ahmad Muzani saat melepas armada truk pengangkut bantuan untuk korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (27/1) siang.
"Terlebih saat rakyat menderita, mendapat musibah atau bencana seperti banjir besar yang melanda provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini," lanjut Sekjen DPP Gerindra mengutip Ketumnya di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Kalsel - Jalan A Yani km13 Banjarbaru/Gambut.
Muzani yang juga Wakil Ketua MPR RI itu, mengatakan, bantuan dari Gerindra untuk korban bencana banjir di Kalsel salah satu bentuk kepedulian Parpolnya terhadap derita sebagian warga masyarakat provinsi ini yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa.
"Karena kami dari Gerindra juga ingin warga masyarakat Kalsel terlepas dari derita musibah bencana banjir," lanjutnya didampingi Ketua DPD Partai Gerindra provinsi setempat, H Abidin HH.
"Begitu pula warga masyarakat lain di Indonesia yang terkena bencana, insya Allah Partai Gerindra beri bantuan semua. Bantuan untuk Kalsel kali ini merupakan yang pertama, insya Allah berlanjut," demikian Ahmad Muzani.
Sebelumnya Ketua DPD Gerindra Kalsel atas nama kader/organisasi serta warga masyarakat provinsinya yang terdampak banjir menyampaikan terima kasih dengan adanya bantuan dari DPP-nya.
"Bantuan tersebut akan kami salurkan/serahkan ke empat daerah yang tergolong parah terdampak yaitu Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala), Tanah Laut (Tala) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)," demikian Haji Abidin.
Sementara Sekjen DPP Partai Gerindra langsung mengikuti penyerahan bantuan kepada warga masyarakat yang terdampak di Kecamatan Kurau (sekitar 45 kilometer tenggara Banjarmasin), Tala, Rabu (27/1) siang.
Bantuan tersebut sebanyak delapan truk masing-masing kabupaten dua truk dengan 22 jenis antara lain kelompok sembako, obat-obatan, pakaian/berbagai keperluan orang dewasa dan anak-anak/bayi.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.