Hasil pemantauan wartawan ANTARA Biro Kalsel, Kamis melaporkan kawasan yang sempat dikunjungi dan kondisinya memprihatinkan tersebut seperti di Sungai Biuku, Kelurahan Sungai Andai terdapat 50 KK di kawasan tersebut yang rumahnya terendam, dan akses ke lokasi tersebut terkendala akibat tingginya rendaman air akibat banjir.
Selain itu ratusan KK lagi ada di Sungai Gampa, kelurahan Sungai Jingah, karena jalan ke sana tak bisa lagi dengan jalan darat hanya bisa dijangkau melalui angkutan sungai seperti perahu atau sampan akibat tingginya debit air.
Sedangkan di Sungai Gampa, sebagian besar mereka mengungsi ke mesjid, sekolahan dan tempat yang lebih tinggi, dan hampir semua warga tak bisa bekerja lagi selama banjir, sehingga kehidupan mereka mengharapkan uluran tangan dermawan.
Menurut warga bantuan memang sudah ada tetapi tak mampu memenuhi keperluan mereka, seperti sembako, obat-obatan dan pakaian.
Mereka mengharapkan bantuan lagi dari siapaun yang peduli agar kehidupan mereka tidak lebih menyedikan, karena sudah delapan hari banjir melanda kampung mereka.
Banjir sekarang memang diduga akibat perpaduan dari air pasang laut dengan datangnya air dari hulu hulu sungai setelah satu menunggu terjadi hujan secara terus menerus mengakibatkan banjir besar di perkampungan pegunungan dan kawasan hulu, dan airnya sekarang numpuk di muara sungai seperti di Banjarmasin, ditambah air laut pasang maka terjadinya banjir yang lama.
"Dulu sering juga dalam, tetapi saat air pasang naik, setelah air laut pandit, maka kampung kering, dan biasa itu, sekarang terus menerus selama sepekan lebih air menggenangi kampung setinggi pinggang orang dewasa," tutur seorang tetuha kampung Sungai Biuku.
Pewarta: Hasan ZainuddinEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026