Banjarbaru (ANTARA) - PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, salah satunya pengembangan usaha budidaya jamur tiram di Desa Jolali, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono di Kota Banjarbaru, Kamis, mengatakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik.
"PLN terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program pemberdayaan. Kami ingin memastikan kehadiran PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga mampu mendorong peningkatan ekonomi dan kemandirian masyarakat," ujar Iwan melalui keterangan tertulis.
Menurut Iwan, melalui program PLN Peduli, pihaknya berupaya membuka peluang usaha baru berkelanjutan mampu memperkuat kemandirian ekonomi serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
Baca juga: PLN bantu pertumbuhan ekonomi daerah lewat elektrifikasi industri
Salah satunya, kunjungan lapangan bersama puluhan jurnalis wilayah Kalselteng dalam agenda Media Gathering PLN UID Kalselteng untuk melihat langsung perkembangan usaha masyarakat penerima manfaat program TJSL.
Sebanyak 29 jurnalis dari 20 media diajak meninjau proses produksi jamur tiram yang dikelola Andi Ariyanto bersama komunitasnya, mulai dari tahap pembuatan media tanam hingga panen pada Rabu (8/4).
Baca juga: PLN berikan bantuan usaha kelompok peternakan ayam
Baca juga: PLN-Pemkot Banjarbaru dirikan sentra oleh-oleh rumah UKM
"Media tanam atau baglog dibuat dari campuran serbuk gergaji, dedak, kapur, nutrisi, dan air yang difermentasi sebelum melalui proses sterilisasi hingga dalam satu kali produksi mensterilisasi 900 sampai 1.000 baglog siap dibudidayakan hingga panen," ujar Andi Ariyanto di sela kunjungan.
Dijelaskan Andi, dengan kapasitas kumbung mencapai 5.000 baglog, produksi jamur tiram di lokasi itu mampu mencapai 10 hingga 15 kilogram per hari, bergantung pada kondisi cuaca.
Selain menghasilkan jamur segar, kelompok usaha tersebut juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, sekolah, maupun instansi yang ingin mempelajari budidaya jamur ramah lingkungan.
"Sisa media tanam yang sudah tidak produktif dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sehingga tidak menimbulkan limbah. Dukungan PLN melalui program TJSL sejak 2023 memberikan dampak signifikan pada peningkatan kapasitas usaha karena pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien, serta hasil produksi juga meningkat," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026