Dari pantauan Sabtu, sejumlah SPBU di Kota Banjarmasin, antara lain SPBU Jalan A Yani Km5,5 deretan mobil solar mengantre hingga mengular sampai 500 meter.
Begitu pula antrean mobil untuk mendapat solar di SPBU Jalan A Yani Km9 Kabupaten Banjar dan Km24 Kota Banjarbaru deretannya mencapai 300 meter di pinggir jalan raya.
Namun yang cukup menyita jalan sedikit mengganggu kelancran arus lalu lintas angkutan umum, yaitu deretan mobil truk hampir medominasi kendaraan roda empat lain yang sama-sama pakai bahan bakar solar.
Seperti sekitar SPBU Jalan A Yani Km9 dan Km24, angkutan umum atau mobil pribadi yang melintasi kawasan tersebut harus hati-hati dan tak bisa memacu laju kendaraan guna menghindari kecelakaan lalu lintas.
Seorang warga Banjarmasin, Azid yang menggunakan mobil pribadi mengeluh ketika melawati kawasan SPBU Km9 dan Km24, karena harus berdempet-dempetan mengendarai mobil dan jika tak hati-hati bisa terjadi senggolan.
"Kapan antrean solar di Kalsel berakhir. Jangan-jangan ada penyimpangan peruntukan dengan menggunakan mobil truk, kemudian dibawa ke tempat lain," ujar ayah satu anak tersebut.
Sementara petugas SPBU mengaku tak mengetahui pula penyebab antrean panjang untuk mendapatkan solar di SPBU, padahal pasokan dari Pertamina tetap seperti biasa, tak ada pengurangan.
"Kami hanya sebagai petugas pelayanan untuk pengisian ke kendaraan-kendaraan, tak mengetahui masalah lain," ujar petugas SPBU Jalan A Yani Km5,5 Banjarmasin.
Antrean panjang mobil di SPBU hanya bagi pengguna solar, sedangkan untuk premium atau bensen tidak ada masalah dan pelayanan berjalan relatif lancar.0shn/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.