...berita-berita tersebut merupakan isu yang dihembuskan oleh orang-orang atau pihak yang tidak bertanggungjawab.
Banjarmasin, Kalsel (antaranews) - Syekh Abdurrahman bin Abdullah Al-Idan dari Kementerian Wakaf dan Dakwah Arab Saudi mengatakan bahwa berita tentang pemindahan makam Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam hanyalah isu.


Syekh Abdurrahman bin Abdullah Al-Idan mengatakan hal ini, ketika ditanya tentang berita yang akhir-akhir ini muncul di berbagai media massa, saat menyampaikan Kajian Islam di Masjid Iman Syafii, Jl Raya AMD (depan SMPN 19), Pemurus Dalam, Banjarmasin, Jumat malam (5/9).

Menurut Syekh, yang didampingi Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc sebagai penerjemah, berita-berita tersebut merupakan isu yang dihembuskan oleh orang-orang atau pihak yang tidak bertanggungjawab.

Saat ditanya tentang ISIS, apakah betul bahwa ini adalah kelompok khawarij. Dia menjawab, kelompok ini memang memiliki sifat-sifat Khawarij: di antaranya, mereka mengkafirkan sesama muslim, dan membunuh jiwa-jiwa yang tidak berhak untuk dibunuh. Sementara, imbuhnya, para penyembah berhala, justru mereka (ISIS) biarkan begitu saja.

Dalam kajiannya yang berlangsung sesudah Shalat Maghrib itu, Syekh antara lain menjelaskan tentang kalimat Tauhid (La ilaha illallah) dan bahaya kesyirikan. Kalimat Tauhid inilah, katanya, yang merupakan kunci surga dan membedakan muslim dan bukan. Tetapi, ia menuntut mendahulukan ilmu sebelum mengamalkan makna dan konsekuensinya (QS Muhammad 47).

Kalimat Tauhid memiliki dua rukun: yaitu peniadaan tuhan-tuhan selain Allah (La ilaha), dan penetapan bahwa hanyalah Allah yang berhak untuk diibadahi (illallah).

Betapa banyak, diakui Syekh, orang masa kini yang shalat, puasa, berzakat dan berhaji, tetapi masih berdoa atau meminta pertolongan kepada selain Allah. Mereka berdoa kepada kubur, memakai jimat, berdukun, sihir, dan melakukan berbagai kesyirikan lainnya. Bahkan lebih parah daripada kafir Quraisyh di masa Jahiliyah.

Kafir Quraisy tidak mau mengucapkan kalimant Tauhid, tetapi ketika berada dala kesempitan, semisal di tengah laut yang penuh ombak, mereka berdoa semata-mata kepada Allah. Sementara orang sekarang mengucapkan kalimat Tauhid, tetapi baik di kala lapang maupun sempit senantiasa menyekutukan Allah.

Padahal dosa syirik tidak diampuni Allah (QS An-Nisa 48 dan 116) dan kesyirikan akan menghapus seluruh amal pelakunya (QS Az-Zumar 65).

Ini terjadi, kata Syekh, karena ketidaktahuan atau ketiadaaan ilmu tentang kalimat Tauhid. Maka, dia mengingatkan wanti-wanti, ilmuilah kalimat Tauhid dan amalkanlah konsekuensinya, sebab ia merupakan kunci surga.



Pewarta: Mahdani
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026