Banjarmasin,  (AntaranewsKalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mengungkapkan, harga gabah rata-rata, terutama kualitas Gabah Kering Panen (GKP) untuk tingkat petani di provinsi tersebut naik lagi.


"Kalau pada Juni 2014 harga rata-rata kualitas GKP mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya (Mei 2014), kemudian Juli lalu naik lagi," ungkap Kepala BPS Kalsel Dyan Pramono Effendi, di Banjarmasin, Senin.

Pada Juni 2014 harga gabah kualitas GKP untuk tingkat petani di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota itu naik 4,94 persen dibandinga dengan Mei 2014 atau dari Rp4.816,52/Kg menjadi Rp4.909,85/Kg.

Kemudian pada Juli 2014 harga gabah kualitas GKP di tingkat petani Kalsel naik 5,37 persen dibandingkan Juni 2014, yaitu dari Rp4.909,85/Kg menjadi Rp5.173,29/Kg.

Sedangkan harga gabah di tingkat penggilingan Juli 2014 naik 5,20 persen dibandingkan Juni 2014 yaitu dari Rp4.999,14/Kg menjadi Rp5.258,97Kg, dan Juni sebelumnya mengalami kenaikan 2,14 persen dibandingkan dengan Mei 2014.

Ia menambahkan, di tingkat petani, harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Unus Mutiara senilai Rp8.563/Kg terdapat di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar (14 Km dari Banjarmasin).

Harga terendah senilai Rp3.900/Kg berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan (227 km utara Banjarmasin).

Pantauan harga gabah Juli 2014 itu berdasarkan komposisi jumlah obsevasi dari 64 transaksi harga gabah di 10 kabupaten yang didominasi GKP, lanjut di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun (Pekamunan) Banjarmasin.

Sepuluh kabupaten yang menjadi sasaran observasi terdiri Kabupaten Tanah Laut (Tala), Banjar, Barito Kuala (Batola), Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Hulu Sungai Tengah (HST).

Selain itu, yang menjadi sasaran observasi perkembangan harga gabah, yaitu Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Balangan.

Sementara harga pembelian pemerintah (HPP) bulan Juli 2014 pada tingkat petani Kalsel masih tetap atau sama dengan keadaan Mei 2014 dan Juni 2014 yaitu masing-masing Rp3.300/Kg dan di penggilingan Rp3.350/Kg.

Dari HPP Juli 2014 tersebut berarti selisih harga rata-rata di tingkat petani sebesar Rp1.873,29,85/Kg atau naik 157 persen.

Sedangkan HPP Juli 2014 pada penggilingan selisih harga rata-rata sebesar Rp1.908,97/Kg atau naik 157 persen, demikian Dyan Pramono Effendi.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026