Rangkaian Mappanretasi yang berlangsung sejak 1 April dan upacara puncaknya pada minggu 24 April 2011 tersebut menyedot ribuan warga bukan hanya dari Tanah Bumbu sendiri tetapi juga dari berbagai daerah di Kalsel bahkan dari Kalteng.
Sebelum pelaksanaan puncak upacara Mappanretasi 2011, Lembaga Adat Bugis Ade Ogi dan pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar berbagai kegiatan seni budaya seperti masorong laut, balogo, makaccapi, lomba perahu lepa-lepa, pemilihan baco dan bece 2011 hingga parade budaya adat tanah bumbu.
Upacara adat masyarakat bugis Tanah Bumbu tersebut dihadiri Bupati Mardani H Maning dan Muspida setempat, Kapolda Kalsel Brigjen Syarifudin, Kadisporbudpar Kalsel, Mohandas dan undangan lainnya.
Puncak Mappanretasi 2011 berupa ritual pemberian sesaji kepada laut di mulai pada pukul 9 pagi dengan dipimpin Sandro (pemimpin upacara) Jafri, pemberian sesaji ke laut dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang mereka peroleh sepanjang tahun, dimana rata-rata masyarakat bugis tanah bumbu bekerja sebagai nelayan.
Dengan menaiki perahu hias paling besar rombongan Sandro Jafri dan Bupati Mardani H Maming dan diikuti puluhan perahu hias yang lebih kecil, rombongan menuju laut melaksanakan ritual mappanretasi dengan rangkaian upacara hingga penyembelihan ayam dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Usai memanjatkan doa, seluruh peserta menikmati sajian yang dibawa sebelum kembali ke darat.
"Mappanretasi bukan hanya sebuah upacara adat sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat bugis Tanah Bumbu tetapi juga sebuah pelestarian budaya yang memiliki arti untuk saling menjaga antara manusia dengan alam," kata Bupati.(rym/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.