Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan  kekurangan tenaga penyuluh pertanian sehingga penyuluhan bidang pertanian termasuk perikanan dan kehutanan masih belum maksimal.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Banjar Noor Ifansyah Fani melalui Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluhan M. Nurdin mengatakan, jumlah penyuluh pertanian masih belum seimbang dengan jumlah desa yang ada.

"Jumlah penyuluh pertanian yang berstatus PNS sebanyak 190 orang sedangkan jumlah desa di seluruh wilayah Kabupaten Banjar sebanyak 288 desa," ujarnya di Martapura, Minggu.

Idealnya satu orang penyuluh pertanian ditugaskan membawahi satu desa sehingga tugas dan fungsinya sebagai penyuluh dan pembina petani bisa lebih maksimal.

Jumlah penyuluh 190 orang itu juga tidak bertugas membawahi setiap desa tetapi ditugaskan dilingkup Balai Penyuluh Kecamatan masing-masing tiga orang dan tersebar pada 17 kecamatan sehingga totalnya 51 penyuluh.

Jumlah itu masih dikurangi 10 orang yang masuk dalam Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) sehingga jumlah penyuluh yang benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya dilapangan hanya 129 orang.

Kekurangan tenaga penyuluh itu ditutupi tenaga harian lepas yang diperbantukan sebagai penyuluh 99 orang sehingga penyuluhan kepada petani didesa-desa bisa tetap terlaksana dengan baik.

"Meski jumlah penyuluh masih belum mencapai perbandingan yang ideal namun penyuluhan dan pembinaan terhadap petani tetap berjalan dan sejauh ini tidak ada permasalahan dilapangan," ungkap Nurdin.

Sebagai langkah evaluasi dan pengarahan penyelenggaraan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan, Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Banjar menggelar pertemuan dalam rangka koordinasi secara bergilir disetiap Balai Penyuluhan Kecamatan.

Kabupaten Banjar pada pertemuan nasional tahun 2011 di Provinsi Kalimantan Timur akan memberangkatkan anggota Kelompok Tani Nelayan Andalan dan penyuluh pertanian sebanyak 100 orang.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026