Kotabaru, (AntaranewsKalsel) - Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Kabinet Indonesia Bersatu II direncanakan berkunjung ke Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, untuk meninjau pembangunan kampus Universitas Saijaan (Unisa) di Komplek Politeknik Kotabaru.
"Insya Allah, Wakil Menteri (Mawen) Pendidikan datang Kamis (29/5)," kata Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, di Kotabaru, Senin.
Bupati menjelaskan, rencananya, Unisa akan dibangun di lahan sekitar 20 hektare di komplek perguruan tinggi di belakang Politeknik Kotabaru.
"Insya Allah setelah semuanya beres, rencana pembangunan kampus Unisa segera direalisasikan," tuturnya.
Rencananya, Unisa akan membuka fakultas yang akan disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia di daerah, seperti, fakultas kehutanan, perkebunan, perikanan dan kelautan, pertambangan. Serta fakultas sosial politik yang pasarnya masih cukup besar.
Sementara itu, dalam menjalankan tugasnya Menteri Pendidikan Muhahmad Nuh dibantu dua Wakil Menteri, yakni, Musliar Kasim Bidang Pendidikan, Wiendu Nuryanti Bidang Kebudayaan.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lambung Mangkurat (Lemlit Unlam) Banjarmasin, Dr Akhmad Ali Bahri menyatakan, Kabupaten Kotabaru, layak mendirikan Universitas Saijaan (Unisa) guna menghadapi era globalisasi.
"Keberadaan Unisa akan membantu Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional di bidangnya dalam menyongsong era globalisasi," kata Bahri, dalam ekspos studi kelayakan Unisa di hadapan Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani dan kepala satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kotabaru, Senin.
Dalam menyongsong era perdagangan bebas, di mana tidak ada batasan barang dan jasa masuk dari luar negeri untuk dijual bebas di negeri ini, begitu juga siapa yang unggul, dan berkualitas ia yang akan mendapatkan kesempatan.
Agar bisa memiliki daya saing yang kuat, diperlukan sumber daya manusia yang selalu berinovasi dan profesional, dalam menghadapi era globalisasi tersebut.
Pertumbuhan investasi di Kotabaru lebih dari 300 persen, menunjukkan terbukanya lapangan kerja yang semakin lebar, menjadi salah satu alasan Kotabaru harus menyiapkan sumber daya manusia yang ahli dan profesional di bidangnya.
Letak geografis Kotabaru yang berada di wilayah Kalimantan bagian tenggara, di mana ada Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Paser, dan Paser Utara, menjadikan Kotabaru strategis mendirikan perguruan tinggi Unisa.
Bahri menegaskan, potensi lulusan SMA di Kotabaru yang mencapai rata-rata 2.200 per tahun, ditambah dengan lulusan SMA, Tanah Bumbu, Paser dan Paser Utara, menjadi peluang melanjutkan pendidikan di Unisa.
Unisa, kata Ketua Lemlit Unlam, rencananya akan dibuka dengan tujuh fakultas dengan 14 program pendidikan.
"Universitas juga menjadi salah satu syarat dibentuknya provinsi baru, tidak ada provinsi jika tidak ada universitas," tambah anggota Lemlit Dr Rijali Hamdi.
