Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah yang juga ketua DPRD Kalimantan Selatan menyarankan agar wilayah Indonesia di Pulau Kalimantan yang kini terdiri lima provinsi, dibagi menjadi tiga wilayah teritorial komando daerah militer (Kodam).
"Menurut saya pribadi, di Pulau Kalimantan sebaiknya minimal terdapat tiga Kodam," sarannya di hadapan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pendidikan Reguler Sesko TNI yang melakukan kunjungan ke DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Selasa.
Pensiunan perwira menengah TNI-AD itu memberikan masukan, untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) satu Kodam, Kalimantan Barat (Kalbar) satu Kodam dan Kalsel serta Kalimantan Tengah (Kalteng) satu Kodam.
Mantan Kepala Staf Korem Panju Panjung Kalteng dan mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menyebutkan, penempatan Kodam di Kalbar sudah cocok, karena selain berbatasan dengan negara jiran Malaysia (Sawarak) dan Negara Brunei Darussalam, juga untuk pengamanan wilayah Selat Karimata serta Laut China Selatan.
Begitu pula penempatan Kodam di Kaltim, karena selain mencakup dua provinsi, juga untuk menjaga wilayah Laut Sulawesi serta daerah teritorial Kaltara yang berbatasan Negara Bagian Sabah Malaysia dan Filipina.
Sementara secara geografis walau Kalbar bertetangga dengan Kalteng, tapi hubungan/akses kedua provinsi itu masih terkendala ketiadaan prasarana serta terkendala komunikasi demografie.
Sedangkan Kalsel dan Kalteng, selain bertetangga dekat yang ditunjang oleh keberadaan sarana dan prasarana perhuhungan, juga hubungan kemasyarakatan sejak lama sudah tergolong akrab, seperti melalui penggunaan bahasa pergaulan yang sama.
"Masih banyak pertimbangan-pertimbangan lain yang memungkinkan penempatan tiga Kodam di Pulau Kalimantan, bukan cuma dua seperti sekarang, yaitu berkedudukan di Kaltim dan Kalbar," demikian Nasib Alamsyah.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) DPRD Kalsel Burhanuddin, menyatakan pihaknya bukan sekadar menyambut positif rencana modernisasi TNI, tapi juga mendukung.
"Saya kira apa yang dikemukakan Panglima TNI belakangan ini tentang modernisasi TNI suatu hal potisif dan maju, dan perlu mendapatkan dukungan kita semua," kata Burhan yang juga Sekretaris Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalsel itu.
Karena, menurut politisi PBR yang hijrah ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif tahun 2014 itu, dengan modernisasi tersebut bukan cuma menambah maju TNI, tapi bisa menjadi perhitungan dan ditakuti negara lain.
"Apalagi kalau TNI memiliki persenjataan atau alat tempur modern, tentu negara lain tak akan mudah meremehkan negara dan bangsa Indonesia," demikian Burhanuddin.
Sedangkan pimpinan rombongan peserta Pendidikan Reguler Sesko TNI yang melalukan KKDN Marsekal Pertama Wishnu menerangkan tujuan kedatangan mereka ke Kalsel untuk mendapatkan masukan dalam membuat kertas kerja.
Kertas kerja peserta Pendidikan Reguler Sesko TNI kali ini dengan topik "SDA sebagai ketahanan wilayah dan nasional" dan Kalsel menjadi salah satu tujuan studi lapangan.
Dalam rombongan peserta KKDN Pendidikan Reguler Sesko TNI yang berkunjung ke Kalsel, juga terdapat utusan dari negeri jiran Malaysia serta India.
Pewarta: syamsuddin HasanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.