Oleh Gunawan Wibisono



Banjarmasin,  (Antaranews.Kalsel) - Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin mengamankan puluhan unit kendaraan bermotor (Ranmor) balap liar di kota tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin, Kompol Henry N Chandra Sik di Banjarmasin, Minggu, mengatakan, puluhan ranmor dari balap liar itu diamankan dari beberapa kawasan yang ada di Kota Banjarmasin.

Kawasan yang dilakukan razia dengan menggunakan pakaian preman tersebut diantaranya Jalan Hasan Basri, Jalan Simpang Tiga Cemara, dan didekat SMKN 4 Banjarmasin Utara.

Pelaku aksi balapan liar tidak mengetahui ada polisi karena menggunakan pakaian preman, begitu sudah penuh dan melakukan aksi balapan tersebut, polisi langsung menangkapi satu persatu, karena kaget banyak yang tidak sempat melarikan diri.

"Ada sekitar 50 lebih kendaraan bermotor jenis roda dua yang kita amankan dari aksi balapan liar tersebut, dan semua sepeda motor itu kita amankan di halaman Polresta Banjarmasin," ujarnya.

Henry mengatakan, razia dengan menggunakan baju preman itu dilakukan pada Minggu (30/3) dini hari sekita pukul 00.00 wita hingga pukul 02.30 wita dan langsung menuju tempat aksi berbahaya itu.

Semua sepeda motor yang diamankan itu diantaranya tidak dilengkapan perlengkapan maupun kelengkapan sehingga langsung diamankan polisi yang melakukan razia khusus balapan liar tersebut.

"Semua sepeda motor yang berhasil kita amankan itu, pengendaranya langsung kita tindak tegas dengan memberikan sanksi tilang dan kendaraannya langsung diamankan," ucapnya.

Dia mengatakan, razia terhadap para pelaku balapan liar itu dilaksanakan karena banyaknya keluhan dari masyarakat dan para penguna jalan, karena aksi tersebut dilakukan di jalan raya dan disekitar pemukiman masyarakat.

Sebelum adanya korban kecelakaan hingga merenggut jiwa meninggal dunia, maka razia ini selalu rutin dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diingin, dan tindakan tegas tetap harus diberikan kepada setiap pelaku aksi balapan liar itu, ujar Henry.



: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026