Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Pasien penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Slatan, selama 2014 meningkat dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.


"Saat ini jumlah pasien penderita DBD yang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit umum Kotabaru 19 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru drg Cipta Waspada, didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes setempat, dr Soedarsono Kyai Demak, di Kotabaru, Rabu.

Dikatakan, dari 19 penderita demam berdarah tersebut, 12 orang Dengue haemorhagic fever (DHF) dan tujuh orang suspek dengan Dengue Shock Syndrome (DSS).

"Dua orang diantaranya meninggal dunia, yakni, M Nur (1,5), dan Azra (5)," ujar Darsono menegaskan.

Untuk mengurangi penyebaran penyakit DBD tersebut, Dinas Kesehatan Kotabaru, melakukan beberapa langkah stragtegis, diantaranya pengasapan (fogging), di daerah ditemukannya jentik nyamuk demam berdarah.

Pembagian serbuk abate secara gratis, dan melakukan sosialisasi, melalui mes media dan pemasangan sepanduk di tempat-tempat strategis untuk mudah dikenali dan dibaca masyarakat luas, terkait masalah penyakit dan bahaya DBD.

Menggalakkan budaya hidup bersih kepada masyarakat, termasuk melakukan 3M Plus, menguras, menutup, dan mengubur, serta menghindari dari gigitan nyamuk demam berdarah.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru mengemukakan, penyakit DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang membahayakan, untuk itu perlu antisipasi dan penanganan serius agar penyakit tersebut tidak menyebar di Kotabaru.

Menurut Cipta pemberantasan penyakit demam berdarah sulit untuk dituntaskan, terlebih kondisi geografis Kotabaru yang terdiri dari kepulauan dan masih banyak hutan.

Pasien demam bersarah setiap tahun masih tetap ada, karena kondisi geografis daerah yang mendukung untuk hidup nyamuk demam berdarah.

  Salah satu faktor untuk mencegah penyebaran penyakit DBD, diantaranya meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menutup, menguras serta mengubur tempat/wadah yang menjadi genangan air yang bisa dijadikan tempat berkembangbiaknya nyamuk penular demam berdarah.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026