Bulog Sub Divisi Wilayah I Barabai yang membawahi wilayah Banua Anam, yang terdiri dari enam kabupaten di Kalimantan Selatan, 2011 menerima pasokan beras dari Gabungan Kelompok Tani di daerah itu.

Menurut Kepala Bulog Sub Divisi Regional (Sub Divre) Wilayah I Barabai, Munasri Jamal di Kota Barabai, Jumat (25/3), hal itu merupakan kebijakan baru dari Bulog pusat di Jakarta.

"Pasokan beras biasa kita peroleh dari mitra Bulog yang terdiri dari para pengusaha penggilingan padi, namun per 2011 ini diperbolehkan Gapoktan untuk ikut menyuplai secara langsung," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut di terapkan salah satunya agar serapan beras dari petani jumlahnya dapat lebih banyak.

"Untuk pemenuhan kebutuhan stok beras, Bulog memperoleh dari beberapa sumber antara lain mitra, Unit Penggilingan Gabah Bulog, Satgas dan Gapoktan," katanya.

Sebelum adanya kebijakan tersebut, beras yang diperoleh Bulog merupakan hasil pembelian mitra dari para petani baik perorangan maupun kelompok atau Gapoktan.

Mitra Bulog, untuk wilayah Banua Anam berjumlah 31 penggilingan padi yang secara rutin memasok beras berdasarkan nilai kontrak yang telah disepakati.

Unit Penggilingan Gabah (UPG) saat ini ada dua buah, satu di Kota Banjarmasin dan di Desa Binderang, Kecamatan Lok Paikat, Kabupaten Tapin, untuk pemenuhan alokasi di wilayah Banua Anam.

Sedangkan Satgas terdiri dari para petugas Bulog yang melakukan pemantauan harga beras di pasaran dan hanya diturunkan bila harga di pasaran tidak stabil.

"Untuk Gapoktan, 2011 ini boleh memasok beras ke Bulog dengan ketentuan harus resmi terdaftar dan diketahui atau seizin instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian setempat," tambahnya.

Ketentuan tentang bolehnya Gapoktan memasok beras secara langsung kepada Bulog, telah disosialisasikan kepada Dinas Pertanian masing-masing kabupaten di wilayah Banua Anam.*C
 


 




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026