Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih sesaat setelah menerima jabatan dari pejabat lama H. Zainal Ariffin di Banjarmasin, Rabu mengatakan, pada tahun 2009 cakupan layanan sudah mencapai 97 persen dengan kontinuitas distribusi air dalam 24 jam mencapai 96 persen dan penilaian kinerja perusahaan termasuk kategori baik.
Bukti keberhasilan yang telah dicapai diantaranya beberapa penghargaan yang telah diterima PDAM Bandarmasih hingga saat ini.
Sebelumnya PDAM melakukan pemasangan pipa hdpe 400 mm guna meningkatkan pelayanan langsung dan air minum curah serta penyediaan air baku antara PDAM Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
PDAM Bandarmasih saat ini memiliki cakupan pelayanan 97 persen dengan jumlah pelanggan 117.000 sambungan, ratio karyawan 2,9 serta total kapasitas 1.700 liter/detik.
Peningkatan kualitas pelayanan dilakukan dengan mentargetkan pembangunan mesin pompa air bertenaga besar yang diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2010, kata Muslih yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik PDAM Bandarmasih.
Pembangunan mesin pompa air bertenaga besar tersebut sempat tersendat karena adanya pengalihan penyertaan modal untuk pembayaran gaji karyawan, tambahnya.
Namun demikian hal tersebut sudah tidak menjadi kendala sehingga ditargetkan pembangunan mesin pompa air bertenaga besar ditiga wilayah dapat terlaksana sesuai rencana, demikian Muslih.
Sementara mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih Zainal Ariffin mengharapkan dengan adanya pergantian pucuk pimpinan di PDAM dapat membawa ke arah yang lebih baik.
Perusahaan daerah milik pemerintah daerah ini telah menunjukkan kemajuan dan perkembangan yang cukup pesat serta memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat Kota Banjarmasin dan sekitarnya terutama dalam penyediaan air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan.
Saat ini masyarakat dapat merasakan dan menyaksikan sendiri bahwa PDAM telah menjadi perusahaan air minum yang mandiri dan profesional.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.