"Kami turun ke jalan agar masyarakat tahu masih banyak anak-anak kita dari keluarga miskin yang menderita kanker yang harus dibantu," kata Habib Salim Alkaf, Koordinator Relawan Peduli Kanker Kalsel.
Seperti Bahrudin (10 tahun), warga desa Guntung Papuyu kabupaten Tanah Laut ini menderita leukimia, suatu jenis penyakit kanker yang paling ditakuti.
Semua anak penderita kanker pada awalnya tidak diajak mengikuti aksi ini, namun keinginan yang kuat anak-anak tersebut mendorong relawan mengajak mereka walaupun dengan mulut terpasang masker.
Aksi peringatan Hari Kanker Anak Sedunia 2014 yang di lakukan sekitar seratus relawan yang terdiri dari berbagai komunitas di Kalsel dan anak penderita kanker tersebut ditandai dengan membagikan bunga, sticker, pin serta brosur tentang penyakit kanker. Disamping mengedarkan kotak amal bagi pengendara yang melintas di perempatan jalan Lambung Mangkurat dan Pangeran Samudera tersebut.
Habib Salim mengaku dari sumbangan para donatur Relawan Peduli Kanker Anak Kalsel saat ini membina dan menyantuni 6 anak di rumah singgah di kawasan gang Kenari Jalan Kampung Melayu Darat dan 15 anak lagi yang di rawat di RSUD Ulin Banjarmasin sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan penderita kanker di Kalimantan saat ini.
Pelayanan RSUD Ulin sendiri dinilai sangat baik namun ketersediaan obat yang justru sangat dibutuhkan penderita untuk menjaga kesinambungan kesehatannya yang sangat disesalkan. Seperti yang diberitakan beberapa media lokal bahwa pihak rumah sakit daerah tersebut mengaku mengalami kekosongan stok obat hingga dua tahun terakhir.
Kekosongan obat penting bagi penderita kanker yang masuk dalam jaminan kesehatan masyarakat bagi warga miskin tersebut meliputi asparginase dan cydophos pamise (suntikan), merkaptopurin dan metotrexate (obat tablet).
Sementara kebutuhan obat bagi penderita kanker saat melakukan khemoterapi cukup mahal, berkisar 2 juta rupiah setiap obatnya bagi tiap penderita.
Pada 19 Januari 2014 mendatang Relawan Peduli Kanker Kalsel akan menggelar hiburan bagi anak penderita kanker untuk meningkatkan rasa senang dan semangat mereka untuk bertahan hidup lebih lama di rumah singgah.
Sementara bagi penderita yang sedang dalam perawatan di rumah sakit akan dikunjungi dengan pemberian bingkisan.
Pewarta: Herry Murdy HermawanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026