Banjarbaru, (Antaranews ) - Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan dikepung banjir yang melanda hampir di seluruh wilayah akibat hujan yang mengguyur daerah itu sejak Kamis dinihari dan terus berlangsung hingga sekarang.
Banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda pusat pemerintahan Provinsi Kalsel itu merupakan bencana terparah karena tidak saja merendam ratusan rumah penduduk tetapi juga sempat melumpuhkan lalu lintas.
Pantauan Antara, ratusan rumah penduduk di sepanjang bantaran Sungai Kemuning terendam dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga satu meter bahkan beberapa rumah sudah terendam separohnya.
Bahkan, derasnya air sungai yang membelah pusat kota Banjarbaru itu dilaporkan juga membawa korban jiwa tetapi masih belum bisa dipastikan kebenarannya dan masih dalam pengecekan pihak terkait.
"Saya mendapat informasi melalui broadcast BBM ada dua orang yang hanyut di Sungai Kemuning, tetapi masih belum bisa memastikan benar tidaknya kabar itu," ujar Kepala Dinas Sosial Banjarbaru, M Hilman.
Selain luapan Sungai Kemuning, kawasan permukiman penduduk terutama di dataran rendah juga banyak terendam air dengan ketinggian antara 30-50 centimeter sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
Dilaporkan, banjir terparah terjadi di Kecamatan Cempaka yang merendam ratusan rumah akibat meluapnya Sungai Basung sehingga beberapa warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Sementara itu, banjir juga sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani km 29 dekat Markas Brimob Banjarbaru karena ruas jalan dipenuhi genangan air setinggi satu meter sehingga lalu lintas dialihkan.
"Arus lalu lintas sempat dialihkan dua jam sejak pukul 07.00 Wita tetapi sekarang lalu lintas normal karena median jalan sudah dijebol sehingga air lancar mengalir," ujar Kabag Ops Polres Banjarbaru AKP Yacob.
Hingga pukul 12.00 Wita hujan masih mengguyur Banjarbaru dengan curah yang sudah menurun tetapi ketinggian air masih belum surut sehingga dipastikan banyak rumah warga yang terendam air.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.