Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,(Antaranews Kalsel) - Peringatan gugurnya pahlawan Ampera Hasanuddin Haji Madjedi hendaknya jangan dipolitisasi, ujar Abdul Lathif Hanafiah, anggota DPRD Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Selasa.


Harapan mantan aktivis mahasiswa Institut Teknolgi Bandung (ITB) Jawa Barat itu, karena peringatan ke-48 gugurnya pahlawan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) Hasanuddin HM bertepatan kegiatan kampanye Pemilu tahun 2014.

"Kita perlu mengigatkan hal tersebut secara dini, agar peringatan gugurnya Pahlawan Ampera Hasanuddin HM, seorang aktivis mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin tidak menimbulkan masalah," lanjut Eksponen Angkatan 66 itu.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bintang Nurani Rakyat (PKBNR) DPRD Kalsel itu berpendapat, peringatan ke-48 gugurnya Pahlawan Ampera Hasanuddin HM, tetap harus dilaksanakan, guna mengingatkan generasi mendatang, terutama bagi mereka yang belum mengetahui.

"Namun perlu menjadi pertimbangan bersama, yaitu peringatan secara glamor atau besar-besar, mungkin untuk sementara atau tahun ini ditiadakan, tapi cukup secara sederhana, seperti melakukan acara tahlilan," sarannya.

"Sedangkan napak tilas gugurnya Pahlawan Ampera Hasanuddin H M harus kita perhitungkan secara lebih seksama, agar tidak ada pihak-pihak yang membonceng,: demikian Abd Lathif Hanafiah.

Pahlawan Ampera Hasanuddin HM gugur 10 Februari 1966 karena tembakan oknum anggota Batalyon K Kodam Deponegoro yang di-BKO-kan di Banjarmasin saat gejolak menumbangkan rizem pemerintahan Orde Lama yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hasanuddin HM yang ketika itu masih mahasiswa tingkat persiapan kena tembak sepulang demontrasi dari Konsulat Republik Rakjat Tjina (RRT/RRC) di Jalan Patjinan Laut (kini Jalan Kapten Pere Tendean) Banjarmasin.

  Anak yang masih tergolong muda belia itu menghembuskan nafas terakhir di tempat perawatan umum Muhammadiyah, Jalan Sudimara Banjarmasin, yang kini bernama Jalan Hasanuddin HM.   


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026