Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Jenazah almarhum Kapten CZI Sardi, salah satu korban tewas kecelakaan helikopter M-17 milik TNI di Malinau Provinsi Kalimantan Utara, akhirnya dipulangkan dan dimakamkan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Jenazah yang sudah berada dalam peti mati tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Kamis pukul 12.30 Wita diangkut pesawat Hercules C-130 yang berangkat dari Tarakan, Kalimantan Utara.
Penyambutan resmi dilakukan saat jenazah diturunkan dari dalam perut pesawat disambut Komandan Resimen Militer (Danrem) 101/Antasari Kolonel Inf Suharjono didamping Danlanud Letkol Pnb Esron SB Sinaga, Kapolda Kalsel Brigjend Machfud Arifin.
Puluhan anggota TNI baik angkatan darat, angkatan udara termasuk anggota Polri turut terlibat dalam penyambutan jenazah korban yang meninggal dalam kecelakaan helikopter di Malinau, Sabtu (9/11).
Usai penyambutan resmi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Citra Hasanah Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru untuk diserahkan kepada keluarga yang sudah menunggu kedatangannya.
Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga dilakukan Danrem kemudian langsung disalatkan dan setelahnya dimakamkan di pemakaman umum Gang Damai Guntung Manggis tak jauh dari rumah almarhum.
Pemakaman dilakukan secara militer diikuti puluhan anggota TNI AD khususnya anggota Detasemen Zeni Bangunan 2/VI Banjarmasin yang merupakan institusi militer almarhum dengan jabatan Kepala Urusan Tata Usaha dan Urusan Dalam.
Kedatangan jenazah almarhum yang sempat tertahan sebelas hari di Malinau karena menunggu identifikasi disambut isak tangis keluarga besar almarhum termasuk kerabat yang datang ke rumah duka.
Ibunda almarhum Rukiyem dan istri almarhum Fourty Wulandari tidak bisa menyembunyikan kedukaan terlihat dari raut kesedihan diiringi air mata yang menetes terutama saat diberikan kesempatan memeluk peti jenazah.
"Semoga dosa-dosa mu diampuni ya nak," ucap Rukiyem yang memeluk erat peti jenazah anak keduanya disusul istri dan anak-anak almarhum yang juga diberikan kesempatan memeluk peti jenazah orang yang mereka sayangi.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.