Banjarbaru (ANTARA) - PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Pembuang menggelar Workshop Keselamatan Ketenagalistrikan di SMKN 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah untuk menanamkan budaya keselamatan penggunaan listrik sejak dini.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 36 siswa pada Jumat (28/8) memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai potensi bahaya kelistrikan, penggunaan listrik secara aman dan efisien, serta pentingnya memperhatikan aspek keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono melalui keterangan tertulis di Kota Banjarbaru, Rabu mengatakan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada pelajar menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.

"Keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama sehingga edukasi kepada pelajar penting dilakukan agar pemahaman mengenai penggunaan listrik yang aman dapat ditanamkan sejak dini dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Iwan.

Baca juga: Program Ekonomi YBM PLN dukung Suyata kembangkan usaha bakso keliling

Menurut dia, pemahaman keselamatan kelistrikan yang diberikan sejak bangku sekolah diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi para siswa, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Iwan menegaskan PLN terus memperkuat edukasi keselamatan ketenagalistrikan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan.

Para siswa SMKN 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, mengikuti simulasi proses terjadinya korsleting listrik serta potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Humas PLN Kalselteng)

"PLN terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Generasi muda memiliki peran penting untuk menjadi bagian dari upaya tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Manager PLN ULP Kuala Pembuang Nurul Sihabuddin mengatakan kegiatan merupakan langkah awal untuk membangun kepedulian pelajar terhadap keselamatan menggunakan listrik.

Baca juga: PLN UID Kalselteng bagikan 5.000 masker dukung masyarakat hadapi dampak karhutla

"Kami ingin siswa memahami listrik memberikan banyak manfaat, namun penggunaannya harus memperhatikan aspek keselamatan. Pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah, serta dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar," ucap Sihabuddin.

Siswa dalam workshop mendapatkan materi melalui pemaparan, diskusi interaktif dan sesi tanya jawab bersama tim PLN dan mengikuti simulasi mengenai proses terjadinya korsleting listrik serta potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.

Sihabuddin berharap edukasi dapat membentuk kebiasaan siswa lebih cermat ketika menggunakan peralatan listrik serta mampu mengenali kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya sehingga menciptakan lingkungan sekolah dan keluarga yang lebih aman serta peduli terhadap keselamatan penggunaan listrik.

 



Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026