Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalimantan Selatan H Achmad Bisung berpendapat, Pilkada Kabupaten Tabalong, patut menjadi pembelajaran.

"Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama atau bisa dipetik dari Pilkada di kabupaten paling utara Kalsel itu," ujar politisi senior Partai Demokrat tersebut, di Banjarmasin, Kamis.

Sebagai contoh, tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi pada Pilkada di "Bumi Saraba Kawa" Tabalong yang pencoblosannya 13 Novermber lalu itu, tuturnya menjawab Antara Kalsel.

Selain itu, pada saat rapat perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, 20 November 2013, semua berjalan aman dan lancar, karena semua saksi tak ada yang menyatakan keberatan.

"Mungkin sepanjang sejarah Pilkada di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota selama ini, Pilkada Tabalong kali ini yang teraman dan terlancar, terbukti dengan tak ada protes yang berarti," lanjutnya.

"Kita berharap, Pilkada selanjutnya di kabupaten/kota lain di Kalsel, termasuk Pilkada tingkat provinsi 2015 juga berjalan aman dan lancar sebagaimana di Bumi Saraba Kawa," demikian Ach Bisung.

Saraba Kawa, sebuah peribahasa/ungkapan masyarakat Banjar, Kalsel, yang pengertian serba bisa, merupakan motto daerah Tabalong, kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Dalam Pilkada Tabalong 2013 atau yang dipercepat, KPU setempat menetapkan empat pasang calon bupati dan calon wakil bupati (cabup & cawabup) masing-masing pasangan H Anang Syakhfiani - H Zony Alfianoor disingkat AnNoor.

Selain itu, pasangan H Arifin Noor - H Abdel Fadillah disingkat Arafah, pasangan H Muchlis - Hj Noor Farida disingkat Muda dan pasangan H Hasbullah - Mukhtar Yahya Daud disingkat HAM.

Berdasarkan hasil perhitungan suara akhir KPU Tabalong, pasangan AnNoor mendapat perolehan tertinggi 64.355 suara (52,44 persen), menyusul pasangan Arafah 38.386 suara (31,28 persen).

Kemudian pasangan Muda mendapatkan 16.735 suara (13,64 persen) dan terakhir pasangan HAM memperoleh 3.240 suara (2,64 persen).

Sementara seluruh suara yang disampaikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-kabupaten tersebut saat pemilihan sebanyak 122.716 suara dan suara tidak sah 3.324 suara.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026