Oleh Imam Hanafi
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Kantor Administrasi Pelabuhan Kotabaru meningkatkan koordinasi dengan Dirjen Perhubungan terkait penyediaan kapal perintis untuk membuka kepulauan dan daerah terisolasi di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dan sekitarnya.
Kepala Kantor Administrasi Pelabuhan Kotabaru M Hasan Basri, Selasa mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi terkait pelelangan penyediaan kapal perintis di Kotabaru.
"Mungkin saja pelelangan penyediaan kapal perintis tahun ini lebih cepat dari tahun lalu, karena kita sudah mulai sampaikan masalah tersebut kepada Dirjen Perhubungan Laut," jelas Basri, menyikapi kekhawatiran masyarakat Pulau Sembilan, di mana akhir tahun atau awal tahun anggaran akan terjadi stagnan pelayaran Pulau Sembilan-Kotabaru.
Basri menjelaskan, Adpel Kotabaru menerima proyek tersebut sudah tinggal melaksanakannya saja, sementara yang mengatur rute, dan besarnya dana adalah pemerintah provinsi dan pusat.
"Penyebab lambatnya penyediaan perintis pada anggaran 2013, karena proyek penyediaan kapal perintis masih diberi tanda bintang oleh Kementerian Keuangan, dan mudah-mudahan anggaran untuk 2014 tidak demikian, agar bisa langsung dilaksanakan," ucapnya.
Ia belum bisa memastikan apakah nilai kontrak penyediaan kapal perintis anggaran 2014 akan terjadi kenaikan, namun ia memperkirakan akan terjadi penyesuaian pada biaya BBM untuk menyesuaikan harga saat ini.
Berdasarkan data, nilai kontrak penyediaan kapal perintis untuk periode 2012 sekitar Rp3,94 miliar.
Sementara itu, pada 27 Januari 2013, kapal perintis KM Delta Sembada, pemenang tender pelayaran ke pulau-pulau terpencil, belum mulai beroperasi, karena pagu anggaran masih bertanda "bintang".
Menurut Kapten KM Delta Sembada, Usman, 27 Januari 2013, mengatakan, selama masih ditandai bintang, maka anggaran tersebut masih belum bisa dicairkan.
Usman merasa kasihan kepada masyarakat di Pulau Sembilan, karena mereka hampir-hampir saja kekurangan barang kebutuhan sehari-hari atau sembako.
