Martapura, (Antaranews.Kalsel) - Karnaval ragam nusantara yang menampilkan kekhasan budaya dari seluruh wilayah Indonesia menyemarakan milad ke-509 Kesultanan Banjar yang dijadwalkan, Sabtu (16/11).
Koordinator karnaval Aspihani di Martapura, Senin mengatakan, kegiatan dalam bentuk pawai budaya tersebut dilaksanakan pada puncak peringatakan hari lahir Kesultanan Banjar pada pertengahan November 2013 itu.
"Karnaval atau pawai budaya pada puncak milad dikuti berbagai elemen masyarakat termasuk dari paguyuban-paguyuban beragam suku yang tumbuh dan berkembang di Kalsel," ujarnya.
Ia mengatakan, Kesultanan Banjar sebagai bagian dari elemen masyarakat turut terpanggil mengokohkan budaya dan tradisi yang berkembang ditengah masyarakat termasuk adat istiadat suku Banjar.
Dijelaskan, salah satu pribadi santun masyarakat Banjar adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan antar ras dan suku yang tercermin dalam perilaku keseharian masyarakat.
"Melalui karnaval ragam nusantara diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah, terutama budaya Banjar tanpa mengesampingkan nilai-nilai nasionalisme," ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran kegiatan dan meminta dukungan masyarakat untuk menyambut kegiatan bernuansa budaya itu.
Dikatakan, karnaval budaya akan dibagi dalam dua kelompok pawai yakni pawai menggunakan alat transportasi berupa mobil hias, dan pawai berjalan yang pesertanya memakai pakaian adat daerah se nusantara.
"Karnaval ragam nusantara didukung unsur organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa serta unsur masyarakat lainnya dan peserta pawai akan melintasi sejumlah ruas jalan di pusat Kota Martapura," ujarnya.
Ditambahkan, kelompok yang dinilai terbaik dan memiliki keunikan serta mencerminkan kekhasan budaya akan diberikan hadiah baik dalam bentuk uang pembinaan maupun barang-barang elektronik.
"Tujuan kegiatan selain sebagai sarana melestarikan budaya daerah terutama budaya Banjar, juga memberikan hiburan mendidik sekaligus mencerminkan kebhinneka tunggal ika dalam bingkai NKRI," katanya.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.