Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, nilai tukar petani di provinsi itu pada Oktober lalu naik lagi, sebagaimana September 2013.

"Nilai Tukar Petani (NTP) Kalsel Oktober lalu tercatat 104,80 atau naik 0,52 persen dibandingkan September 2013," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Dian Pramono Effendy, di Banjarmasin, Jumat.

Sebelumnya pada September 2013 NTP Kalsel tercatat 104,26 atau naik 0,18 persen dibandingkan Agustus 2013, lanjutnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Naiknya NTP Kalsel Oktober 2013 disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan 0,43 persen, sedangkan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,08 persen.

Ia menerangkan, NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib) merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani.

Dilihat dari subsektornya, ada empat subsektor pertanian yang mengalami kenaikan NTP dan hanya satu yang mengalami penurnan atau sebagaimana keadaan September 2013.

Subsektor pertanian yang mengalami kenaikan tersebut, yaitu subsektor tanaman pangan naik 0,64 persen dan subsektor holtikultura naik sebesar 0,80 persen.

Kemudian subsektor pertenaan naik 1,05 persen, serta subsektor perikanan naik 0,07 persen. Sementara subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 0,81 persen.

Faktor lain yang turut mempengaruhi NTP Kalsel pada Oktober 2013, yaitu turunya indeks harga konsumsi rumah tangga pedesaan sebesar 0,11 persen menunjukan terjadinya deflasi di pedesaan.

Terjadinya deflasi di pedesaan, akibat turunnya indeks pada subkelompok bahan makanan 0,27 persen, subkelompok perumahan 0,10 persen, dan subkelompok sandang 0,15 persen.

Sementara itu, yang mengalami kenaikan, subkelompok makanan jadi sebesar 0,27 persen, subkelompok kesehatan 0,13 persen, serta subkelompok transportasi dan komunikasi 0,41 persen.

Kecuali itu, subkelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Oktober 2013 tidak mengalami perubahan dibandingkan September 2013. Untuk subkelompok ini, sejak Agustus 2013 atau selama tiga bulan terakhir tidak berubah.

Pada Oktober 2013, secara nasional, Provinsi Banten mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 1,55 persen dan sebaliknya atau terendah Provinsi Lampung mengalamu penurunan terbesar, yaitu 0,16 persen.

Sebelumnya pada September 2013, Provinsi Papua Barat mengalami kenaikan NP tertinggi sebesar 1,02 persen, sebaliknya Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan NTP terbesar, yaitu 0,97 persen.



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026