Oleh Yose Rizal

Martapura, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengembangkan "kampung metan" yakni kawasan perkampungan yang menjadikan gas metan sebagai sumber bahan bakar.

Bupati Banjar Khairul Saleh di Martapura, Minggu, mengatakan "kampung metan" terwujud berkat gas metan hasil pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Hutan Panjang Kecamatan Karang Intan.

"Kawasan "kampung metan" dipusatkan di Desa Padang Panjang yang berjarak sekitar 1,4 kilometer dari TPA Hutan Panjang," ujar bupati yang mengunjungi desa itu bersama Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, Minggu siang.

Ia mengatakan, jumlah rumah tangga yang diberikan gas metan gratis untuk kebutuhan memasak sebanyak 50 kepala keluarga termasuk bantuan kompor gas dibantu sebuah perusahaan daerah di kabupaten itu.

Dijelaskannya, gas metan disalurkan melalui jaringan pipa yang bersumber dari TPA ke rumah-rumah warga dan setiap saat bisa digunakan untuk kegiatan memasak sehari-hari.

"Dari sisi ekonomi, masyarakat bisa menghemat pengeluaran karena setiap bulan biasanya membeli tabung elpiji sebesar Rp50 ribu sehingga dengan gas metan gratis itu mereka tidak usah membeli elpiji lagi," ungkapnya.

Menurut dia, selain ekonomis dan membantu mengurangi pengeluaran warga, pemanfaatan gas metan juga mengurangi efek rumah kaca sehingga mencegah terjadinya pemanasan global yang bisa merusak lingkungan.

"Kami mengupayakan agar sampah di TPA bukan sekedar sampah yang sama sekali tidak bisa diolah tetapi dengan teknologi tepat guna bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi untuk memenuhi kebutuhan hidup," ujar Bupati dua periode itu.

Menristek Gusti Muhammad Hatta mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberhasilan Pemkab Banjar yang bisa mengolah sampah menjadi gas metan sehingga bisa dijadikan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan memasak masyarakat sekitar TPA sampah.

"Langkah itu bagus sekali apalagi pemerintah tengah giat-giatnya mencari energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pemenuhan memasak sehari-hari," ujar Menteri asal Kalsel itu.

Ia mengatakan selain memanfaatkan gas metan hasil pengolahan sampah, kawasan sekitarnya bisa juga dijadikan edukasi sehingga bisa dikunjungi pelajar atau masyarakat untuk belajar tentang pengetahuan alam.

"Saran kami, lingkungan sekitar TPA ditanami bermacam pohon dan diberi nama sehingga siapa pun yang datang bisa mengenal jenisnya sekaligus belajar tentang alam," katanya.   


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026