Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin berharap masyarakat membantu pengawasan perbaikan Data Pemilih Tetap (DPT) yang setiap waktu berubah karena antara lain meninggal dunia, pindah tempat, maupun adanya pendatang baru.


Menurut Gubernur usai pelantikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan di Graha Abdi Persada Banjarmasin, Rabu, data kependudukan merupakan data yang cukup dinamis dan sangat mudah berubah.

"Data kependudukan sangat cepat berubah, ada yang datang, ada yang pindah, juga meninggal, sehingga peran serta masyarakat sangat penting untuk mengawasi perubahan data penduduk tersebut," katanya.

Apalagi, tambah dia, data penduduk tersebut untuk kepentingan Pemilu 2014, sehingga update data harus dilakukan secara terus menerus mulai dari tingkat RT hingga dinas kependudukan.

"Validitasi data memang menjadi tugas dinas kependudukan dan catatan sipil, namun peran masyarakat juga sangat penting untuk terus memberikan informasi tentang orang yang ada di sekelilingnya," katanya.

Selain itu, tambah dia, peran partai politik untuk terus memantau jumlah pemilih juga sangat penting untuk dilakukan, karena berhubungan langsung dengan konstituennya.

Sebelumnya, Caleg DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aditiya Mufti Ariffin mengungkapkan, seluruh caleg dari kader PPP telah diminta untuk membantu menyosialisasikan tentang program Pemilu sekaligus untuk memantau data pemilih.

"Dalam setiap pertemuan kita meminta agar para caleg terus menyosialisasikan agar masyarakat berperan aktif dalam Pemilu 2014 dengan tidak menjadi Golput," katanya.

Selain itu, tambah dia, para caleg juga diminta untuk memantau validitasi data pemilih mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi.

Sebelumnya, KPU Kalsel melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka mencari format metode/teknik sosialisasi yang efektif yang melibatkan sekitar 60 orang dari KPU kota dan kabuapaten se Kalimantan Selatan serta KPU Provinsi.

  Teknik tersebut, yang diharapkan akan menjadi acuan untuk mengurangi jumlah Golput dan meningkatkan peran masyarakat dalam menyukseskan Pemilu 2014, yang jujur dan adil.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026