Indeks kebahagiaan masyarakat Babel peringkat ke-17 nasional dan cukup bahagia
Pangkalpinang (ANTARA) - Asisten III Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Darlan menyebutkan masyarakat Babel kurang bahagia dan haus hiburan, sehingga tempat hiburan dan pusat perbelanjaan di daerah itu selalu padat.

"Indeks kebahagiaan masyarakat Babel peringkat ke-17 nasional dan cukup bahagia," kata Darlan saat membuka Babel Fair 2019 di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengemukakan masyarakat Babel lebih bahagia dibandingkan DKI Jakarta urutan ke-21, karena masalah macet dan banjir di ibukota negara tersebut.

Namun demikian, masyarakat di pulau timah masih haus hiburan. Misalnya semenjak Transmart dibuka, ribuan masyarakat memadati pusat perbelanjaan dan hiburan tersebut.

Selain itu, objek-objek wisata setiap akhir pekan selalu dipadati masyarakat, sehingga ruas jalan di kawasan wisata tersebut mengalami kemacetan lalu lintas yang panjang.

"Kita lihat saja sekarang, pengunjung Babel Fair 2019 membludak dan ini sangat positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat daerah ini," ujarnya.

Menurut dia meski harga dan ekspor komoditas lada putih, karet, sawit dan timah mengalami penurunan, namun belum mempengaruhi daya beli masyarakat yang masih normal.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan Babel Fair dapat menambah kebahagian masyarakat dan berbelanja berbagai produk makanan dan kerajinan khas di pameran ini," tambahnya.

Ia mengatakan kegiatan Babel Fair yang dimulai pada 2 hingga 5 Desember 2019 di Kota Pangkalpinang, sebagai upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Selain kegiatan pameran, Babel Fair tahun ini juga menggelar berbagai kegiatan diantaranya lomba melukis, mewarnai dan mendongeng. Selanjutnya Babel Fun, pemilihan putra putri terbaik Babel dalam menenun cual, busana khas daerah, donor darah dan lainnya.

"Kami ingin masyarakat Babel khususnya bahagia dan mengunjungi pameran berbagai produk unggulan dan khas daerah ini," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026