Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan diharapkan segera menuntaskan penyelesaian masalah lahan untuk jalan akses menuju terminal bus antarkota regional dengan kategori type A.

Harapan itu dari Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel H Puar Junaidi, di Banjarmasin, Kamis, seiring keterangan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) provinsi setempat.

"Dalam rapat kerja bersama Dishub Kominfo, Rabu (11/9) kemaren), antara lain terungkap, penyebab belum bisa berfungsinya terminal regional di Jalan A Yani Km17 Kecamatan Gambut, Kab Banjar itu, diantaranya masalah lahan untuk aksis jalan," ungkapnya.

"Permasalahan pembebasan lahan tersebut, merupakan tanggungjawab pemerintah kabupaten (Pemkab) Banjar. Karena itu, kita meminta agar mereka segera menyelesaikannya, guna mempercepat pemungsian terminal regional tersebut," demikian Puar.

Sebelumnya, Rakhmat Nopliardy, anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan, menyarankan, agar pemerintah provinsi (Pemprov) setempat segera memfungsikan terminal tipe A atau regional di Km17 Gambut tersebut.

Saran tersebut sebagai oleh-oleh studi banding Komisi III DPRD Kalsel ke DKI Jakarta belum lama ini, dengan fokus masalah kemacetan lalu lintas di Ibu Kota Negara itu.

"Karena ternyata, keberadaan keberadaan terminal cukup membantu dalam mengurai kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta. Apalagi, kalau pemfungsian dan penataan terminal secara maksimal, akan sangat membantu dalam mengurai kemacetan lalu lintas," ujarnya.

Menurut wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional tersebut, pemfungsian terminal regional Kalsel di Km.17 Gambut, bukan berarti mengabaikan keberadaan Terminal Induk Banjarmasin.

"Terminal Induk Banjarmasin yang berada di Jalan A Yani Km.6, tetap kita fungsikan. Hanya saja penataan atau pengaturannya yang harus lebih maksimal lagi," sarannya.

"Karena penataan Terminal Induk Banjarmasin seperti sekarang, selain masih terkesan kumuh dan semrawut, juga kurang memunjang terhadap upaya mengatasi kemacetan arus lalu lintas," demikian Rakhmat.





Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026