Oleh Gunawan Wibisono

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin saat Operasi Sikat Intan 2013, mengamankan lima unit kendaraan bermotor (Ranmor) diduga sering digunakan untuk aksi balapan liar di wilayah kota tersebut.

Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Kamis mengatakan, kegiatan operasi terhadap aksi balapan liar itu dilakukan Kamis (25/7) dini hari sekitar pukul 02.00 hingga pukul 03.30 wita.

Untuk kali ini kawasan yang menjadi target dalam penertiban balapan liar itu di wilayah Jalan Ahmad Yani Km 5 Banjarmasin, di sana terlihat ramainya aksi balapan liar yang dilakukan anak muda.

Melihat banyaknya aksi balapan liar tersebut, polisi yang menyamar menggunakan baju preman itu langsung mendekat para pembalap liar itu dan melakukan penangkapan satu persatu.

Karena polisinya kurang banyak, sehingga kendaraan bermotor yang berhasil diamankan dari aksi nekat itu berjumlah lima unit kendaraan bermotor yang semuanya jenis roda dua.

Usai menjaring lima unit sepeda motor itu, polisi langsung membawa kendaraan itu ke Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, bersama tiga pelakunya sedangkan yang lainnya kabur karena takut diamankan polisi.

"Pelakunya kita tindak tegas begitu juga sepeda motornya, sebelumnya kita lakukan pendataan dan pembinaan setelah itu diserahkan ke Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin untuk dilakukan penilangan selama tiga bulan," terangnya.

Haryono terus mengatakan, setiap harinya polisi dari Satuan Sabhara Unit Patroli Kota Polresta Banjarmasin, akan terus secara rutin menggelar Operasi Sikat Intan 2013, mulai (19/7) hingga (30/7) atau kurang lebih 12 hari.

Operasi ini dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat terhadap maraknya penyakit masyarakat serta untuk menjaga dan cipta kondisi pada Bulan Suci Ramadhan.

Razia terhadap aksi balapan liar itu bertujuan untuk cipta kondisi selama Ramadhan dan agar Kota Banjarmasin terjaga, terpelihara keamanan dan ketertiban masyarakatnya serta selalu kondusif dari aksi-aksi kriminal serta penyakit masyarakat yang meresahkan warga, demikian Haryono.



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026