Banjarmasin (ANTARA) - Dua orang "Srikandi" partai politik (parpol) turut memimpin DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 2019 - 2024 sesudah mengucapkan sumpah pada rapat paripurna lembaga legislatif provinsi tersebut di Banjarmasin, Senin.

Kedua Srikandi parpol atau keterwakilan kaum perempuan dalam memimpin DPRD Kalsel itu sebagai wakil ketua masing-masing Hj Mariana SAB MM dari Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra), serta Hj Karmila dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Sedangkan dua orang lainnya unsur pimpinan DPRD Kalsel tersebut masing-masing Dr HC H Supian HK SH MH dari Partai Golkar sebagai Ketua, dan Muhammad Syaripuddin SE dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selaku wakil ketua.

Memandu pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kalsel periode 2019 - 2024 itu Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin atau dengan wilayah hukumnya provinsi tersebut, Yohannes Ether Binti. SH, M.Hum.

Keberadaan dua Srikandi itu sebagai unsur pimpinan DPRD Kalsel pada periode 2019 - 2024 merupakan catatan tersendiri sepanjang sejarah lembaga legislatif tingkat provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.

Begitu pula sebelumnya atau DPRD provinsi tersebut periode 2014 - 2019 sebagai ketuanya Srikandi Partai Golkar yaitu Hj Noomiliyani binti Aberani Sulaiman SH, yang kini menjadi Bupati Barito Kuala (Batola), Kalsel.

Tampilnya perempuan sebagai unsur pimpinan DPRD Kalsel, baik pada periode 2014 - 2019 maupun 2019 - 2024 tidak terlepas dari kebijakan pimpinan partai politik (parpol) tersebut, serta kemenangan dalam Pemilu.

Sebagai contoh pada Pemilu di Kalsel 2014, untuk DPRD provinsi tersebut parpol pemenang Partai Golkar, kemudian menyusul PDIP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sebagaimana ketika pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kalsel periode 2019 - 2024 tanggal 9 September lalu, pada pengucapan sumpah/janji pimpinan definitif lembaga legislatif tingkat provinsi tersebut juga diwarnai aksi demonstrasi massa.

Sementara Pemilu di Kalsel yang berpenduduk empat juta jiwa lebih itu pada tahun 2019, untuk DPRD provinsi setempat, parpol pemenang tetap Partai Golkar serta PDIP,  dan selebihnya sebagai unsur pimpinan terjadi pergantian.

Seperti pada DPRD Kalsel periode 2019 - 2024 dua orang wakil ketua dari Gerindra dan PAN, sebelumnya (2014 - 2019) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ketika itu ketuanya Srikandi Partai Golkar.

Memberikan sambutan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang antara lain mengingatkan tugas dan fungsi sebagai pimpinan DPRD, serta mengajak meningkatkan kerja sama legislatif dengan eksekutif/pemerintah provinsi (Pemprov) setempat.

Keanggotaan DPRD Kalsel periode 2019 - 2024 yang berjumlah 55 orang itu, dari Partai Golkar 12, PDIP dan Gerindra masing-masing delapan, PAN enam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masing-masing lima orang.

Selain itu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) empat orang, PPP dan Demokrat masing-masing tiga, serta seorang perempuan dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Sedangkan pada DPRD Kalsel periode 2014 - 2019 dari Partai Golkar 13 orang, PDIP delapan, PPP tujuh, PKB dan Gerindra masing-masing enam (tetapi suara terbanyak PKB sehingga berhak menduduki unsur pimpinan dewan).

Parpol lain dari PKS lima orang, Demokrat empat, Nasdem tiga, Hanura dua, dan Soraya SH, seorang perempuan PAN yang kini anggota DPRD Kabupaten Banjar, Kalsel.
 

Pewarta: Sukarli/Syamsuddin Hasan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026